Mahasiswa Sastra Indonesia Ikuti Permata Sakti
Dua mahasiswa Sastra Indonesia mengikuti pelepasan Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara- Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti). Pelepasan dilaksanakan secara daring, bersama 35 mahasiswa dari pogram studi (prodi) lain di UAD pada (01/10).
Mengutip dari laman dikti.kemdikbud.go.id Permata sakti merupakan pertukaran mahasiswa melalui kerjasama antara perguruan tinggi se-Indonesia.Tujuan program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer/alih kredit dan perolehan kredit.
Prodi Sastra Indonesia mewakilkan dua mahasiswa semester lima, yakni Aisyah Karima dan Rama Imam. Kedua mahasiswa tersebut kini mengambil mata kuliah di tiga kampus swasta yang berbeda.
Sementara itu, Tristanti Apriyani, S.S.,M.Hum, dosen Sastra Indonesia mengungkapkan, ada 20 mahasiwa luar perguruan tinggi yang mengambil mata kuliah kajian gender di Sastra Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa luar perguruan tiggi ikut mengikuti perkuliahan secara daring.
“Mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa yang berasal dari Universitas Al Muslimin Aceh, Universiras Lampung, Universitas Muhammadiyah palangkaraya, Universitas Trisakti, Universitas Langlangbuana, IKIP Siliwangi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,” imbuhnya saat diwawancara melalui pesan.
Aisyah, salah satu mahasiswi yang mewakili prodi mengungkapkan kesan-pesannya dapat mengikuti program merdeka belajar. Ia mengungkapkan mendapat pengalaman lain di luar program studinya.
“Selain kuliah, kita juga dapet pengembangan softskill, mahasiswa dengan memiliki karakter Pancasila, agar siap bergaul secara kooperatif,” ungkap Aisyah.
Aisyah menambahkan, ia memperoleh pertukaran budaya dari kampus yang diikutinya. Selain itu, ia juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat.
Tidak hanya Aisyah, Rama salah satu mahasiswa Permata Sakti juga mengungkapkan harapannya terkait program Permata Sakti. Ia mengharapkan program ini akan terus berlanjut.
“Karena dengan adanya program ini kita bukan hanya mendapatkan ilmu dari kampus luar. Tetapi kita juga bisa bertukar budaya menambah relasi dan saudara,” imbuh Rama, saat diwawancarai via pesan. (FN)



Dalam rangka meningkatkan motivasi dan kemampuan para dosen dalam menulis buku ajar, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Workshop Penulisan Buku Ajar. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa-Rabu tanggal 5-6 November 2019 di Hotel New Saphire Yogyakarta. Sejumlah jajaran dosen Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan menghadiri Workshop Penulisan buku ajar dengan pembicara Sudaryanto, S.Pd, M.Pd pada hari pertama dan Prof. Drs Soeparno pada hari kedua. Kaprodi Sastra Indonesia UAD, Intan Rawit Sapanti, S.Pd., M.A mengatakan bahwa harapan dari workshop ini adalah para dosen memiliki bahan ajar pada setiap mata kuliah yang diampu.








Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan menggelar Temu Wali mahasiswa angkatan 2019 di Hotel Gallery Prawiroaman Yogyakarta pada hari Senin 2 September 2019. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan pengenalan terkait dunia perkuliahan yang sedang dijalani oleh anak dari wali mahasiswa.
