Kamis, 26 September 2019

Prodi Sastra Indonesia menyelenggarakan Kuliah Umum bertemakan “Linguistik di Era Digital” bersama Prof I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. Kuliah umum ini diikuti oleh 140 mahasiswa prodi Sastra Indonesia UAD dari berbagai semester, baik mahasiswa lokal maupun mahasiswa internasional yang mengikuti program pertukaran mahasiswa dari GXUN dan GUFL, China.

Melalui pemaparannya, Prof Putu mengatakan bahwa Linguistik merupakan ilmu yang paling indah di dunia. Namun, diperlukan usaha yang keras untuk dapat memahami keindahan ilmu linguistik ini. Satu-satunya cara adalah dengan mempelajari ilmu ini dari dasar dimulai dari mikrolinguistik yaitu ilmu fonologi (mempelajari tentang bunyi), kemudian morfologi (pembentukan kata), berikutnya sintaksis (pembentukan kalimat), semantik (kajian makna) untuk selanjutnya mahasiswa dapat mempelajari keterkaitan ilmu bahasa dengan unsur-unsur di luar bahasa. Seperti halnya pragmatik yang mengaitkan makna dengan konteks kebahasaan, sosiolinguistik yang mempelajari bahasa kaitannya dengan masyarakat, psikolinguistik, antrolinguistik, linguistik forensik dan ilmu-ilmu lain.

Prof Putu berpesan kepada para mahasiswa agar giat belajar dan membaca buku-buku referensi maupun jurnal yang ada agar dapat memperoleh dasar ilmu linguistik dengan baik. Selanjutnya, mahasiswa dapat menganalisis dan menjelaskan fenomena kebahasaan dengan dasar-dasar teori yang telah diperoleh.

Intan Rawit Sapanti selaku Kaprodi Sastra Indonesia berharap melalui kegiatan kuliah umum ini, motivasi belajar mahasiswa dapat meningkat sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap Indeks Prestasi Komulatif maupun aspek-aspek yang bersifat akademis lainnya. Lebih lanjut, Kaprodi Sasindo UAD juga berjanji akan menyelenggarakan kegiatan seperti ini rutin pada setiap semester dengan menghadirkan pakar-pakar di bidang linguistik, sastra maupun budaya.

Materi Prof I Dewa Putu Wijana dapat diakses melalui tautan berikut ini

(IRS)