Representasi Trauma Tokoh dalam Novel Aku Tak Membenci Hujan Berhasil Dipublikasikan di Jurnal SINTA 4
Representasi Trauma Tokoh dalam Novel Aku Tak Membenci Hujan Berhasil Dipublikasikan di Jurnal SINTA 4
Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022, Lidya Nurmalawati, berhasil memublikasikan artikel ilmiah pertamanya pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4 berjudul “Representasi Trauma Tokoh ‘Karang’ pada Novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini dalam Perspektif Cathy Caruth”. Penelitian tersebut mengkaji representasi trauma tokoh Karang melalui perspektif teori trauma Cathy Caruth dan menunjukkan bagaimana sastra dapat menjadi media untuk memahami pengalaman trauma secara lebih mendalam.
Lidya menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap topik tersebut berawal dari adaptasi film Aku Tak Membenci Hujan. Setelah mengetahui bahwa film tersebut diadaptasi dari sebuah novel, ia kemudian membaca karya aslinya dan menemukan penggambaran trauma tokoh utama yang kompleks serta menarik untuk dianalisis. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa trauma tokoh Karang tidak selalu muncul secara langsung, melainkan hadir secara berulang melalui konflik batin dan relasi sosial yang dialaminya.
Proses penyusunan artikel dimulai dari pemilihan topik, pengumpulan data melalui pembacaan dan analisis novel menggunakan teori trauma Cathy Caruth, hingga tahap penulisan, revisi, dan pengajuan ke jurnal ilmiah.
Selama proses tersebut, Lidya mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menjaga konsistensi dan mengatur waktu. Ia juga sempat merasa tertekan ketika melihat rekan-rekannya lebih dahulu menyelesaikan publikasi. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk tetap fokus menyelesaikan penelitian dengan bimbingan dosen.
Selain itu, ia juga mengalami pengalaman yang tidak terduga saat proses publikasi. Ketika artikelnya siap dikirim, jurnal tujuan menginformasikan bahwa kuota penerbitan pada edisi tersebut telah penuh. Situasi tersebut membuatnya harus mencari jurnal lain yang sesuai dengan fokus penelitian. Dari pengalaman itu, Lidya menyadari bahwa publikasi ilmiah tidak hanya membutuhkan artikel yang baik, tetapi juga strategi dalam memilih jurnal dan menyesuaikan jadwal penerbitan.
Dalam proses penyusunan artikel, Lidya memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Ia menyampaikan bahwa keluarga, khususnya ibu, adik, nenek, kakek, dan pamannya, menjadi sumber semangat yang selalu mendoakan dan menguatkannya selama proses penelitian. Selain itu, bimbingan dari Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum. juga berperan besar dalam mengarahkan penelitian hingga artikel tersebut berhasil diterbitkan. Dukungan dari sahabat-sahabat seperjuangan turut memberikan motivasi agar tetap bertahan menyelesaikan setiap tahap penulisan.
Saat mengetahui artikelnya resmi terbit, Lidya mengaku merasakan campuran perasaan lega, haru, dan bangga. Baginya, momen tersebut menjadi bukti bahwa setiap proses panjang, tantangan, dan perjuangan yang dilalui akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dari pengalaman publikasi ini, ia belajar bahwa menulis bukan hanya tentang menemukan ide, tetapi juga tentang kedisiplinan, konsistensi, serta kesiapan menghadapi revisi dan berbagai dinamika dalam proses publikasi ilmiah.
Untuk menjaga semangat selama menulis, Lidya memiliki cara sederhana, yaitu mendengarkan lagu-lagu dari NDX A.K.A, Denny Caknan, dan Ndarboy Genk yang membantunya menjaga suasana hati selama proses penyusunan artikel. Ke depan, ia juga berencana kembali menulis dan menerbitkan artikel ilmiah dengan topik penelitian yang baru.
Di akhir wawancara, Lidya berpesan kepada mahasiswa yang ingin memulai publikasi ilmiah agar tidak menunggu sempurna untuk mulai menulis. “Keberanian untuk memulai dan menyelesaikan tulisan merupakan langkah terpenting karena melalui proses tersebut kemampuan menulis akan terus berkembang menjadi lebih baik”, tutur Lidya. (put/sus)



