Raih IPK 3,90, Mahasiswa Sasindo 2022 Jadi Wisudawan Terbaik Prodi pada Wisuda Periode III Mei 2026
Raih IPK 3,90, Mahasiswa Sasindo 2022 Jadi Wisudawan Terbaik Prodi pada Wisuda Periode III Mei 2026
Mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2022, Nina Agustina, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Sastra Indonesia pada Wisuda Periode III Mei 2026 dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Pencapaian tersebut menjadi penutup manis perjalanan akademiknya selama menempuh pendidikan di Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan.
Nina mengaku merasa sangat bersyukur saat mengetahui dirinya terpilih sebagai wisudawan terbaik. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak pernah menjadi target utama selama menjalani perkuliahan. Ia hanya berusaha menyelesaikan setiap proses dengan sungguh-sungguh dan memberikan hasil terbaik dalam setiap kesempatan yang ada. Karena itu, pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti sekaligus membuktikan bahwa konsistensi dalam berusaha akan menghasilkan pencapaian yang baik pada waktunya.
Perjalanan Nina di Program Studi Sastra Indonesia dimulai pada tahun 2022 setelah mendapatkan rekomendasi dari seorang teman untuk melanjutkan studi di program studi tersebut. Selama menjalani perkuliahan, ia tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar mengenai pengembangan diri, kedisiplinan, serta cara menghadapi berbagai tantangan. Berbagai tugas, penelitian, hingga proses penyusunan artikel ilmiah menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk dirinya hingga berhasil menyelesaikan studi dengan hasil yang membanggakan.
Di balik pencapaian tersebut, Nina mengaku bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menjaga konsistensi selama masa perkuliahan. Ada kalanya motivasi menurun, tugas akademik menumpuk, atau proses penelitian terasa lebih sulit dari yang dibayangkan. Untuk mengatasinya, ia memilih fokus pada tujuan yang ingin dicapai dengan membuat target-target kecil yang realistis. Selain itu, ia juga aktif berdiskusi dengan dosen pembimbing maupun teman-teman ketika menghadapi kesulitan agar dapat menemukan solusi bersama.
Kemampuan mengatur waktu juga menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilannya. Nina selalu berusaha menyusun skala prioritas dan mengerjakan tugas-tugas akademik lebih awal agar tidak menumpuk. Menurutnya, manajemen waktu yang baik bukan berarti melakukan banyak hal secara bersamaan, melainkan memahami apa yang harus didahulukan dan melaksanakannya secara disiplin. Dengan cara tersebut, ia tetap dapat menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kegiatan lainnya.
Selama menjadi mahasiswa Sastra Indonesia, pengalaman yang paling berkesan bagi Nina adalah berbagai momen kebersamaan dengan teman-teman dalam menyelesaikan tugas dan proyek perkuliahan. Ia masih mengingat bagaimana diskusi panjang hingga larut malam, persiapan presentasi, hingga menyelesaikan tugas kelompok dengan tenggat waktu yang terbatas. Meskipun melelahkan, pengalaman tersebut mengajarkannya banyak hal tentang kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan pentingnya saling mendukung dalam sebuah tim.
Dalam perjalanan akademiknya, Nina menyebut Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum, sebagai salah satu sosok yang memberikan pengaruh besar terhadap pencapaiannya. Sebagai dosen pembimbing, beliau tidak hanya memberikan arahan akademik, tetapi juga motivasi yang membantu Nina lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan selama perkuliahan. Dari beliau, Nina belajar mengenai ketelitian, kedisiplinan, dan kesabaran dalam menjalani proses akademik.
Menurut Nina, kunci utama yang membantunya meraih predikat wisudawan terbaik adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar. Ia percaya bahwa hasil yang baik tidak lahir dari usaha besar yang dilakukan sesekali, melainkan dari kebiasaan untuk terus berusaha dan memperbaiki diri setiap hari. Selain itu, dukungan dari keluarga, dosen, dan teman-teman juga menjadi bagian penting yang turut mengantarkannya pada pencapaian tersebut.
Dari berbagai pengalaman yang telah dilalui selama kuliah, Nina menyadari bahwa setiap proses memiliki pelajaran yang berharga. Tidak semua hal berjalan sesuai rencana, tetapi setiap tantangan selalu menghadirkan kesempatan untuk berkembang. Sikap sabar, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah menjadi bekal yang akan terus ia bawa setelah menyelesaikan studi.
Setelah lulus, Nina berencana untuk terus mengembangkan kemampuan yang telah diperolehnya selama masa perkuliahan dan menerapkannya dalam dunia kerja. Ia berharap dapat berkarir di bidang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya, sekaligus terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan baru yang dapat mendukung perkembangan profesional maupun personalnya.
Sebagai penutup, Nina berpesan kepada mahasiswa Sastra Indonesia yang masih berjuang menyelesaikan studi agar tetap semangat menjalani setiap proses. Ia mengingatkan bahwa setiap mahasiswa memiliki tantangan dan waktunya masing-masing sehingga tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. “Percayalah bahwa usaha yang dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil yang baik. Nikmati setiap proses belajar karena pada akhirnya bukan hanya gelar yang dibawa pulang, tetapi juga pengalaman dan pelajaran berharga yang akan menemani perjalanan hidup ke depan,” pesannya. (put/sus)


