Antusiasme Warga Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Batik
/in Berita, Info Kegiatan /by IntanAntusiasme Warga Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia Lewat Lokakarya Batik
Osaka, Jepang – Persahabatan Indonesia–Jepang tidak hanya dibangun melalui kerja sama formal pemerintah, tetapi juga melalui kedekatan hubungan antarmasyarakat. Semangat ini terasa saat warga Jepang berpartisipasi pada lokakarya batik yang diselenggarakan KJRI Osaka bersama Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) cabang Jepang pada Sabtu, 16 Mei 2026 di KJRI Osaka.
Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembinaan bahasa Indonesia melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dipadukan dengan pengalaman budaya secara langsung atau experiential learning. Acara diikuti oleh 28 orang WN Jepang yang merupakan alumni peserta Kursus Bahasa Indonesia (KBI) KJRI Osaka & APPBIPA Jepang, serta masyarakat Jepang di wilayah Kansai dan sekitarnya.
Hadir sebagai fasilitator kegiatan, yaitu Intan Rawit Sapanti, Resnery Daulay, dan Hana Farida yang merupakan dosen Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tengah melakukan program pengabdian masyarakat internasional di Jepang.
Lokakarya batik dibuka secara resmi oleh Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Osaka, Anak Agung Ngurah Andy Laksmana, mewakili Konsul Jenderal RI Osaka. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan apresiasi kepada APPBIPA Jepang, mitra pengajar dari UAD, serta seluruh peserta yang menunjukkan minat dan semangat tinggi dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
“Pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya tentang kemampuan linguistik, tetapi juga menjadi jembatan untuk memahami budaya, nilai, dan masyarakat Indonesia secara lebih dekat. Melalui kegiatan seperti ini, para peserta dapat belajar bahasa sekaligus merasakan langsung pengalaman budaya Indonesia”, ujar Konsul Andy Laksmana.
Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi utama, yaitu sesi edukasi budaya dan sesi praktik membatik. Pada sesi edukasi, para peserta memperoleh pemaparan mengenai pengenalan batik, sejarah perkembangan batik di Indonesia, filosofi berbagai motif tradisional tanah air, hingga makna simbolis di balik ragam hias batik.
Suasana semakin interaktif saat para peserta memasuki sesi praktik membatik. Untuk pertama kalinya, sebagian besar peserta mencoba menggunakan canting dan malam panas di atas kain yang telah disiapkan fasilitator. Dengan penuh antusiasme, para peserta membuat dan mewarnai motif bertema Indonesia dan Jepang sambil dibimbing langsung oleh para pengajar.
Kegiatan lokakarya dirancang sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Para fasilitator menggunakan bahasa Indonesia sederhana dalam menyampaikan paparan maupun instruksi selama sesi praktik sehingga peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkan kosakata yang dipelajari.
Selain membatik, pengenalan budaya Indonesia juga dilakukan melalui sajian kuliner khas Nusantara yang dinikmati bersama para peserta. Suasana lokakarya berlangsung hangat dan akrab, dengan beberapa peserta datang mengenakan batik maupun aksesori bernuansa Indonesia serta aktif mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia sederhana.
Secara umum lokakarya berlangsung lancar dan mendapatkan respons sangat positif dari para peserta. Banyak peserta menyampaikan bahwa pengalaman membatik secara langsung membuat pembelajaran bahasa Indonesia terasa lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan lebih mudah diingat karena dapat langsung dipraktikkan dalam aktivitas membatik.
Mahasiswi Sastra Indonesia UAD Lolos Program AIMS ke BUFS Korea Selatan
/in Berita, Info Kegiatan /by IntanMahasiswi Sastra Indonesia UAD Lolos Program AIMS ke BUFS Korea Selatan
Mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2022, Murti Tri Utami, berhasil lolos dalam Program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) dan akan menempuh studi di Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi pendidikan yang memberi kesempatan bagi mahasiswa UAD untuk belajar dan berinteraksi lintas budaya di tingkat global.
Murti mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat bahagia ketika dinyatakan lolos, meskipun ada sedikit rasa takut karena harus tinggal jauh dari Indonesia. “Tentunya bahagia namun sedikit takut juga, karena kampus tersebut berada jauh dari Indonesia dan saya belum pernah pergi atau tinggal di luar negeri,” ujarnya.
Perjalanan Murti menuju kelolosan tidaklah mudah. Ia menuturkan telah mempersiapkan seluruh persyaratan seleksi selama kurang lebih satu tahun, mulai dari penguasaan bahasa, administrasi, hingga proses wawancara. Ketekunan dan disiplin menjadi kunci utama hingga akhirnya dinyatakan lolos program bergengsi ini. Motivasi utamanya mengikuti program pertukaran pelajar tersebut adalah keinginannya untuk merasakan langsung budaya di negara maju dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga ketika kembali ke Indonesia. “Saya ingin merasakan budaya lain yang jauh berbeda dari Indonesia dan menjadikannya sebagai pembelajaran,” tutur Murti.
Dalam proses pemilihan universitas tujuan, Murti memilih BUFS Korea Selatan karena ingin keluar dari zona nyaman dan mengenal lingkungan yang benar-benar berbeda dari budaya Melayu yang masih serumpun dengan Indonesia. Ia berharap, melalui program ini dirinya dapat memperluas jaringan internasional sekaligus memperdalam wawasan lintas budaya.
Keluarga dan teman-teman Murti turut bangga atas pencapaiannya. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor utama dalam proses perjuangan tersebut. “Banyak teman yang tidak menyangka saya bisa lolos, dan keluarga menjadi penyemangat terbesar saya untuk terus berusaha,” ungkapnya. Tantangan terbesar yang dihadapi Murti adalah mempelajari bahasa asing sebagai bentuk persiapan sebelum keberangkatan.
Selama menempuh studi di BUFS selama satu semester, Murti akan mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan yang menunjang kegiatan akademik serta kehidupannya di sana. Setelah program berakhir, ia berencana melanjutkan kuliah di UAD dengan semangat baru dan membawa berbagai pengalaman internasional yang telah ia dapatkan.
Murti berharap pengalaman belajar di BUFS tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi bekal untuk berkontribusi di bidang Sastra Indonesia. “Dengan berada di Korea, saya bisa mengamati isu-isu sosial dan budaya yang dapat dikaji secara sastra maupun linguistik,” jelasnya. Sebagai penutup, Murti berpesan kepada mahasiswa lain agar berani mencoba kesempatan serupa. “Persiapkan diri dengan matang, terutama dalam kemampuan bahasa dan keberanian untuk memulai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa informasi mengenai program AIMS ini pertama kali diperolehnya dari kakak tingkat, kemudian ia menindaklanjutinya dengan berkonsultasi kepada Ketua Program Studi dan mengikuti akun resmi @oiauad di Instagram untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. (wid/sus)
Dari Rasa Tidak Yakin Menjadi Nyata: Perjalanan Untung Nurhidayat, Mahasiswa UAD Lolos Program AIMS ke Korea Selatan
/in Artikel, Info Kegiatan /by IntanDari Rasa Tidak Yakin Menjadi Nyata: Perjalanan Untung Nurhidayat, Mahasiswa UAD Lolos Program AIMS ke Korea Selatan
Menjadi salah satu peserta program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) merupakan kesempatan berharga yang tidak datang dua kali. Namun, bagi Untung Nurhidayat, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), perjalanan menuju keberangkatan ke Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, justru dimulai dari rasa tidak yakin dan kebingungan.
Untung mengaku tidak menyangka dapat lolos seleksi program AIMS. Awalnya, ia hanya mencoba mendaftar tanpa ekspektasi besar. Keyakinan baru muncul setelah mengikuti kelas bahasa Korea yang difasilitasi oleh kampus sebagai bagian dari persiapan keberangkatan. “Saat dinyatakan lolos, perasaan saya justru bingung dan tidak percaya. Awalnya saya hanya mencoba mendaftar tanpa ekspektasi apa pun,” ungkap Untung.
Dari segi persiapan, Untung mengakui tidak terlalu matang karena sejak awal merasa peluangnya kecil. Persiapan utama yang dilakukan hanya dari sisi finansial. Tantangan terbesar justru datang dari persyaratan TOEFL minimal 500 yang membuatnya harus mengikuti tes beberapa kali hingga akhirnya mencapai nilai yang ditentukan. Berkat ketekunan dan dukungan dari dosen pembimbing, ia berhasil lolos dan memenuhi seluruh syarat administrasi untuk mengikuti program pertukaran pelajar selama empat bulan di Korea Selatan.
Motivasi utamanya mengikuti program AIMS adalah untuk menambah wawasan, memperluas pengalaman akademik, dan memperkaya portofolio pribadi. Ia juga melihat program ini sebagai peluang untuk mengenal budaya baru dan beradaptasi dengan lingkungan internasional. Selain itu, BUFS menjadi satu-satunya universitas mitra yang tersedia bagi mahasiswa Sastra Indonesia dalam program AIMS tahun ini.
Selama menjalani program, Untung berharap dapat mengikuti seluruh perkuliahan dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih terbuka terhadap perbedaan budaya. Setelah program berakhir, ia berencana untuk melanjutkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menyelesaikan skripsi.
“Manfaat terbesar dari program ini adalah bisa mengenal budaya negara lain sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme. Dari situ, saya jadi bisa melihat perbandingan antara Indonesia dan Korea,” ujarnya.
Sebagai pesan bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya, Untung menekankan pentingnya persiapan mental, finansial, serta kemampuan bahasa. Menurutnya, kesiapan yang matang akan sangat membantu proses adaptasi di luar negeri. Ia juga menyarankan agar mahasiswa aktif mencari informasi melalui dosen, media sosial kampus, dan grup fakultas karena kesempatan seperti ini sangat berharga dan tidak selalu datang dua kali. (wid/sus)
Prodi Sastra Indonesia Kenalkan Mahasiswa Baru Kurikulum dan Dosen di Hari Prodi P2K
/in Info Kegiatan /by IntanProdi Sastra Indonesia Kenalkan Mahasiswa Baru Kurikulum dan Dosen di Hari Prodi P2K

Yogyakarta, 17 September 2025
Mahasiswa baru Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (Prodi Sasindo UAD) mengikuti kegiatan Hari Prodi sebagai bagian dari Program Pengenalan Kampus (P2K). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengenalan yang lebih spesifik mengenai lingkungan akademik, struktur program studi, serta ruang organisasi yang ada di Prodi Sasindo UAD.
Pada sesi utama, para mahasiswa diperkenalkan dengan para dosen pengampu, visi dan misi program studi, kurikulum, serta mata kuliah yang akan ditempuh selama masa perkuliahan. Mereka juga dikenalkan dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPrisai), serta Komunitas Luar Ruang yang menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami lingkungan akademik, tetapi juga menemukan ruang untuk belajar, berproses, dan mengembangkan diri secara aktif.
“Selamat datang di keluarga besar Sastra Indonesia!” menjadi pesan hangat yang menutup sesi pertama kegiatan.
Pada sesi kedua, Hari Prodi diisi dengan pemaparan materi dan inspirasi dari dua alumni Sastra Indonesia, yakni Alfiandana Susilo Aji, S.S. dan Aisyah Akhlaqul Karimah, S.S., M.A. Keduanya berbagi pengalaman studi, perjalanan karier, serta motivasi agar mahasiswa baru lebih percaya diri menapaki dunia akademik dan organisasi.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Sastra Indonesia untuk mengenal prodi secara lebih dekat sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan akademik maupun nonakademik. (put/sus)
Mahasiswa Sastra Indonesia Ambil Andil Pembuatan Plang Edukasi Sampah di Dusun Krekah, Bantul
/in Berita, Info Kegiatan /by IntanMahasiswa Sastra Indonesia Ambil Andil Pembuatan Plang Edukasi Sampah di Dusun Krekah, Bantul

Pembuatan plang edukasi sampah merupakan salah satu program kerja tematik dari unit V.A.2 KKN Reguler 145 Universitas Ahmad Dahlan. Pembuatan Plang Edukasi Sampah menjadi salah satu strategi dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara tepat dan bertanggung jawab. Tujuan kegiatan ini menghadirkan media edukasi visual yang berisi informasi mengenai jenis sampah serta masa urainya.
Beberapa pesan yang terpampang di antaranya, “Kantong Plastik Terurai Selama 50-80 tahun”, “Botol Plastik Kecil Terurai Selama 50-100 Tahun”, “botol plastik besar terurai selama 450 tahun”, “Kaleng Alumunium Terurai Selama 20-1000 Tahun” dan “Styrofoam Tidak Terurai Selamanya”. Melalui informasi ini, warga Dusun Krekah, Desa Gilangharjo, Bantul diharapkan semakin sadar pentingnya mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut.
Ketua Unit V.A.2, Arjun Chandra, mengatakan, “Plang ini bukan hanya sebagai tanda, tetapi juga sebagai sarana belajar visual yang bisa dipahami semua orang. Kami berharap warga makin peduli untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai”. Plang tersebut dibuat dengan tulisan yang jelas agar mudah dibaca warga. Papan dicat merah dengan tulisan putih yang langsung ditulis oleh salah satu anggota, Pramesti Puspa. Meski sederhana, hasilnya tetap menarik perhatian. Proses pembuatannya dimulai dari membeli bahan, memilih kayu, memotong, menghaluskan, mengecat, hingga memasang.

Seluruh kegiatan berlangsung sekitar tujuh hari dan dilakukan bersama-sama oleh tim KKN Reguler 145 Universitas Ahmad Dahlan Unit V.A.2, yaitu Arjun Chandra, Pramesti Puspa, Putri Nirmala, Reza Vahleri, Putri Assah, Dwi Nurul, Setia Ari, dan Arkan Fathoni. Kebersamaan mereka menjadi bukti nyata bahwa kerja tim dapat melahirkan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program kerja KKN berupa pembuatan plang edukasi sampah membuktikan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi warga sehari-hari.
Pembuatan plang ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa langkah kecil dapat menjadi titik awal yang membawa pengaruh besar, terutama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui plang tersebut, warga diingatkan secara visual tentang dampak buruk sampah, khususnya plastik sekali pakai, yang membutuhkan waktu lama untuk terurai.

Reza Vahleri selaku Korcam Unit V.A.2 menyampaikan, “Meskipun program KKN kami telah selesai, saya berharap plang ini tetap bisa mengingatkan warga untuk peduli terhadap lingkungan”, ujarnya. Ucapan tersebut menunjukkan bahwa manfaat dari program KKN tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus, melainkan terus hidup melalui jejak yang ditinggalkan di tengah masyarakat. Dengan demikian, plang edukasi sampah ini diharapkan mampu menjadi simbol kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah mereka.
Putri Nirmala, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2022 sekaligus anggota tim Unit V.A.2 KKN 145, turut terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan program. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Sastra Indonesia tidak hanya berkarya melalui bahasa dan sastra, tetapi juga dapat berkontribusi bagi masyarakat lewat kerja sama lintas bidang. Putri menyampaikan, “Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, saya belajar bahwa bahasa itu dekat dengan masyarakat. Karena itu, dalam plang edukasi ini kami memilih kata-kata yang sederhana agar semua orang, tanpa memandang usia atau latar belakang, dapat memahami pesan yang ingin disampaikan.” (put/sus)
UAD Gelar Workshop Literasi Budaya Batik Indonesia Berbasis Teknologi AI di Korea Selatan
/in Info Kegiatan /by IntanUAD Gelar Workshop Literasi Budaya Batik Indonesia Berbasis Teknologi AI di Korea Selatan

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, serta Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (APP BIPA) Korea Selatan. Kolaborasi ini menghadirkan workshop bertajuk “Literasi Budaya Batik Indonesia melalui Pendekatan Artificial Intelligence (AI) pada Masyarakat Korea Selatan”.
Acara ini menjadi bagian dari Kelas Luring BIPA Korea Selatan Batch 8 yang berlangsung di KBRI Seoul pada Sabtu, 5 Juli 2025. Sebanyak 28 peserta warga Korea Selatan mengikuti tiga rangkaian kegiatan, yakni pembukaan, pengenalan batik melalui komputasi AI, dan praktik membatik secara langsung.
Workshop ini dirancang untuk mengenalkan kekayaan budaya batik Indonesia secara inovatif dan interaktif. Peserta diajak memahami filosofi, sejarah, serta makna di balik motif batik melalui teknologi AI, sebelum menuangkannya dalam kegiatan membatik. Di akhir acara, setiap peserta membawa pulang hasil karya mereka beserta cendera mata berupa kartu pos bermotif batik.
“Melalui workshop ini, kami ingin memperkenalkan warisan budaya Indonesia yang telah diakui Unesco sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Takbenda kepada masyarakat Korea Selatan dengan cara yang kreatif,” ujar Amaliah Fitriah, perwakilan KBRI Seoul.
Kegiatan ini turut melibatkan dosen dan mahasiswa dari tiga program studi Informatika, Sastra Indonesia, dan Ilmu Komunikasi dari Universitas Ahmad Dahlan sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin. Pendekatan ini memadukan aspek budaya, teknologi, dan komunikasi secara terpadu.
Selain menjadi sarana edukasi, workshop ini juga berfungsi sebagai media diplomasi budaya untuk memperkuat soft power Indonesia di kancah global. Dengan menghadirkan batik melalui sentuhan teknologi modern, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan budaya Indonesia, mempererat hubungan budaya Indonesia dan Korea Selatan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat Korea terhadap identitas budaya Indonesia. (put/sus)
Prodi Sasindo Ikuti Raker Fakultas Bahas Isu Strategis dan Program Unggulan
/in Artikel, Info Kegiatan /by Intan
Prodi Sasindo Ikuti Raker Fakultas Bahas Isu Strategis dan Program Unggulan
Rapat kerja Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (Raker FSBK UAD) telah dilaksanakan pada 19–20 Agustus 2025. Bersama dengan dua program studi (prodi) lainnya di FSBK, Prodi Sasindo ikuti rapat membahas isu strategis dan program unggulan untuk setahun ke depan.
Berlokasi di Ruang Sidang Lantai 3 UAD Kampus 2A, acara raker fakultas diawali dengan pembukaan dari Dekan FSBK Wajiran, Ph.D. Selanjutnya, brainstorming dan motivasi yang diisi oleh Prof. Ahmad Muttaqin, Ph.D. selaku BPH UAD sekaligus Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam uraiannya, Prof. Muttaqin menekankan bahwa melakukan pekerjaan harus didasari pada keikhlasan dari hati sehingga akan diperoleh rezeki yang berkah. “Oleh karena itulah nabi mengajarkan kita untuk berdoa mendapatkan rezeki yang baik, bukan rezeki yang banyak,” ungkapnya.

Beranjak pada acara selanjutnya, raker diisi dengan evaluasi program & kegiatan Tahun Akademik 2024/2025 yang dipaparkan langsung oleh Dr. Ajar Pradika Ananta Tur, S.S., M.A. (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum) dan Dani Fadillah, S.I.Kom., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan). Tidak hanya paparan isu pada lingkup fakultas, setiap prodi di FSBK juga mendapat giliran untuk berdiskusi untuk mengevaluasi capaian kinerja & isu strategis di tingkat prodi.
Rangkaian raker dilanjutkan pada hari kedua (20/08) yang menekankan pada presentasi hasil evaluasi pada hari pertama, serta pemaparan program unggulan prodi Tahun Akademik 2025/2026. Pada kesempatan ini, Kaprodi Sasindo UAD Intan Rawit Sapanti, S.Pd., M.A. menyampaikan evaluasi selama setahun yang lalu, serta program unggulan yang akan dilakukan Prodi Sasindo setahun ke depan.
“Arunika Desa menjadi satu program unggulan baru yang akan kami laksanakan di tahun ajaran mendatang, dan barangkali ini bisa juga menjadi program unggulan fakultas,” ujar Intan. Selain dari Prodi Sasindo, ada dua prodi lainnya yang juga mempresentasikan paparannya, yakni Prodi Sastra Inggris (Sasing) dan Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom).

Acara inti lainnya dalam raker ini adalah penetapan program kerja fakultas Tahun Akademik 2025/2026. Setelah penetapan ini, fakultas akan menyusun kalender akademik FSBK yang memuat kegiatan dan program yang akan dilaksanakan FBSK dan tiga prodi yang ada di bawah FSBK selama satu tahun ke depan. Raker FSBK UAD ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh dosen dari tiga prodi di FSBK. (sus)
Literasi Bukan Sekadar Membaca: Temukan di Bazar dan Bedah Buku Kenduri Sastra #4
/in Artikel, Berita, Info Kegiatan /by IntanLiterasi Bukan Sekadar Membaca: Temukan di Bazar dan Bedah Buku Kenduri Sastra #4

Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) bersama Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HMPrisai) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghidupkan semangat literasi melalui kegiatan “Bazar dan Bedah Buku” yang menjadi bagian dari Festival Kenduri Sastra #4.
Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan dengan Bazar Buku, yakni pada 22, 23, 27, dan 28 Mei 2025. Bazar ini menghadirkan beberapa penerbit ternama, seperti Andi Offset, Divapress, Obor, Rajagrafindo, Istana Agency, dan UII Press. Suasana bazar cukup meriah karena banyak mahasiswa dari dan luar UAD yang datang berburu buku-buku sastra dan ilmu bahasa dengan harga terjangkau.
Tidak hanya berbelanja buku, mahasiswa juga diajak untuk menyelami lebih dalam makna literasi lewat kegiatan Bedah Buku yang diadakan pada 27 dan 28 Mei 2025. Dengan mengangkat tema “Sastra Populer dalam Sorotan”, sesi ini membedah dua karya sastra populer yang tak hanya menarik dari sisi cerita, tetapi juga kaya akan isu sosial dan psikologis.
Pada hari pertama, menghadirkan pemateri Risen Dhawuh Abdullah yang mengupas novel “Di Tanah Lada” karya Ziggy Z. Novel ini menggambarkan pengalaman batin anak bernama Salva yang hidup dalam keluarga penuh kekerasan. Diskusi menyoroti bagaimana pola asuh dan kekerasan dalam rumah bisa membentuk cara berpikir anak. Anak-anak punya perspektif jernih yang sering diabaikan orang dewasa dan berkaitan dengan cerita yang menggunakan isu nyata seperti kekerasan terhadap anak dan pentingnya kasih sayang dalam pendidikan awal.
Lalu, pada hari kedua, pemateri Dhimas Bima Shofyanto membedah buku klasik “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry. Meski sudah lama diterbitkan, buku ini tetap menyentuh banyak hati karena pesan-pesannya yang dalam. Dalam bukunya, terdapat beberapa poin yang cukup menarik, yakni di dunia orang dewasa yang penuh tuntutan, sering kali kita lupa bagaimana cara melihat sesuatu dengan hati yang polos seperti anak-anak. Kita jadi terlalu sibuk mengejar uang, barang, dan hal-hal yang tampak dari luar sampai lupa apa yang sebenarnya penting dalam hidup.
Dalam cerita “The Little Prince”, tokoh Mawar mewakili cinta yang tampaknya lemah, tapi sebenarnya sangat berharga. Mawar mengingatkan kita bahwa cinta dan hubungan dengan orang lain perlu dijaga dan dirawat, bukan hanya dibiarkan begitu saja.
Kegiatan Bedah Buku ini dihadiri oleh mahasiswa dan perwakilan organisasi di lingkungan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK). Kegiatan ini tidak hanya mengajak peserta untuk membaca, tapi juga menganalisis, mengkritisi, dan mengaitkan isi bacaan dengan konteks sosial yang lebih luas.
Bagi mahasiswa linguistik dan sastra, bedah buku bukan sekadar diskusi biasa. Ini adalah ruang bertemunya wacana, tempat berlatih membaca teks secara kritis dan menafsirkan makna secara kontekstual. Di sinilah literasi dipraktikkan secara aktif membaca bukan hanya soal memahami isi, tetapi juga mengolah makna, membangun dialog, dan menyuarakan gagasan.
Melalui kegiatan seperti ini, literasi menjadi pengalaman sosial dan akademik yang nyata. Bedah buku menjadi bagian penting dalam proses belajar mahasiswa Sasindo bukan cuma sebagai agenda acara, dan menjadi bagian dari suasana belajar di kampus yang ikut membentuk pola pikir serta cara mahasiswa dalam menggunakan dan memahami bahasa. (put/sus)
Sastra Indonesia UAD Gelar Seminar Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4
/in Artikel, Berita, Info Kegiatan /by IntanSastra Indonesia UAD Gelar Seminar Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4

Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPrisai) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Kenduri Sastra (FKS) 2025 yang mengangkat tema besar “Rumati Asvatama” yang bermakna ‘merawat dan saling menjaga hingga abadi selamanya’. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sastra dan budaya Indonesia saat ini yang penuh tantangan di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta gaya hidup modern.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda lebih sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan sastra serta bahasa Indonesia. Dengan mengusung subtema “Bagaimana Kita Menulis Sastra, Bagaimana Kita Merumat Bahasa Indonesia”, kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yakni Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, akademisi dan tokoh sastra Indonesia dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Xiao Lixian, dosen dan peneliti bahasa Indonesia asal Tiongkok dari Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS). Keduanya berbagi pengalaman dan wawasan seputar dunia sastra serta pentingnya merawat bahasa Indonesia di tengah dinamika zaman.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti berfokus pada “Bagaimana Kita menulis Sastra” yang berupaya menggali lebih dalam mengenai proses kreatif menulis karya sastra dan memahami dinamika perkembangan sastra di era digital, serta menemukan strategi untuk menjaga keberlanjutan aktivitas bersastra. Ia menegaskan bahwa menulis kreatif adalah proses personal yang penuh perenungan. Ia menyampaikan bahwa sastra bukan sekadar persoalan teknik, melainkan cara untuk memahami kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan. Menulis membutuhkan intuisi, imajinasi, serta ketepatan dalam memilih kata.
“Melalui tulisan, penulis menyampaikan pengalaman batin dan membangun empati pembaca. Sastra, membantu kita memandang dunia dengan cara yang lebih dalam dan manusiawi”, ujarnya.
Dalam pemaparan materinya, Xiao Lixian–atau akrab disapa Melati–memberikan pemahaman tentang “Bagaimana Kita Merumat Bahasa Indonesia”. Fokus utama pemaparannya adalah Bahasa Indonesia menjadi bagian dari kegiatan proses kreatif bagi mahasiswa di Tiongkok, khususnya dalam skema BIPA.
Acara kuliah umum ini dihadiri berbagai pihak, di antaranya Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), Ketua Program Studi Sastra Indonesia, dosen-dosen Program Studi Sastra Indonesia, perwakilan organisasi mahasiswa FSBK, mahasiswa FSBK, serta tamu eksternal, seperti guru dan siswa dari berbagai sekolah yang mengikuti sosialisasi kegiatan sastra dan budaya. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan minat besar para mahasiswa dan tamu undangan terhadap dunia sastra dan bahasa Indonesia. (wid/sus)

Kampus 4 (Kampus Utama)
Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : prodi[at]idlitera.uad.ac.id
Informasi Tentang
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960
