Pendaftaran Seminar Proposal bulan Februari
Bagi mahasiswa yang hendak mendaftar seminar proposal skripsi Silakan mengisi tautan berikut ini
https://forms.gle/vm4ckhMd2xSSJ7q68
note : harap menghubungi kaprodi setelah mengisi tautan di atas.
Bagi mahasiswa yang hendak mendaftar seminar proposal skripsi Silakan mengisi tautan berikut ini
https://forms.gle/vm4ckhMd2xSSJ7q68
note : harap menghubungi kaprodi setelah mengisi tautan di atas.
Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum., bersama dengan Indar Rupidara, salah seorang mahasiswa Sastra Indonesia UAD angkatan 2020, berhasil menerbitkan karya ilmiah berjudul “Karakteristik Kebahasaan Tokoh Laki-Laki dan Perempuan pada Film “Teka-Teki Tika” Karya Ernest Prakasa”. Karya ilmiah tersebut terbit di Jurnal Mimesis Vol. 4, No. 1, jANUARI 2023 hlm. 50-61.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengidentifikasi karakteristik kebahasaan tokoh laki-laki dan perempuan dalam film “Teka-Teki Tika” karya Ernest Prakasa berdasarkan teori yang dikemukakan Lakoff. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data pengamatan cermat dan catat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan enam karakteristik kebahasaan pada tokoh laki-laki dan perempuan berdasarkan teori Lakoff, yaitu (1) empty adjectives; (2) hedge; (3) intensifier; (4) super polite form; (5) tag question; dan (6) avoidance of strong swear word.
Karakteristik kebahasaan paling dominan yang digunakan dalam film ini, yaitu istilah super polite form. Tokoh perempuan memiliki frekuensi paling tinggi dalam menggunakan istilah tersebut dibandingkan tokoh laki-laki.
Baca selengkapnya melalui tautan berikut.
http://journal2.uad.ac.id/index.php/mimesis/article/view/7159 (nai/sus)
Irwan Suswandi, M.Hum., dosen Sastra Indonesia UAD, bersama dengan Narendra Brahmantyo K.R., mahasiswa Sastra Indonesia UAD, telah memublikasikan jurnal ilmiah berjudul “Makna Metaforis dalam Puisi “Sajak Pertemuan Mahasiswa” Karya W.S Rendra Melalui Tinjauan Semantik Stephen Ullman”. Artikel ilmiah tersebut terbit di Jurnal Mimesis Vol. 4 No. 1, Januari 2023 hlm. 12-22.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna metaforis yang terkandung dalam puisi “Sajak Pertemuan Mahasiswa” berdasarkan metafora yang dikemukakan Stephen Ullman (1962).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode tersebut menggunakan content analysis dengan memfokuskan kajian pada karya sastra. Selanjutnya, penulis menggunakan teknik pustaka guna mengumpulkan referensi dari buku-buku dan karya ilmiah yang menunjang penelitian tersebut.
Teknik ini dilanjutkan dengan menggunakan teknik catat, yaitu teknik penomoran pada setiap kategori metafora di dalamnya. Adapun untuk penyajian hasil penelitian, penulis menggunakan metode informal, yaitu penyajian data dengan kata-kata biasa sebagai media menyampaikan isi dari penelitian ini.
Melalui pengategorian makna-makna metaforis yang telah dikumpulkan, penulis menemukan jumlah kategori terbanyak adalah metafora antropomorfis dan metafora dari konkret ke abstrak. Adapun kategori metafora sinestesia tidak ditemukan dalam karya sastra puisi “Sajak Pertemuan Mahasiswa”.
Baca selengkapnya melalui tautan berikut.
http://journal2.uad.ac.id/index.php/mimesis/article/view/6969 (nai/sus)

Program studi Sastra Indonesia (Sasindo) UAD tengah mengejar target luaran penelitian ilmiah di kancah internasional. Bentuk realisasi yang saat ini dilakukan dengan mengadakan Scopus Camp di Denpasar, Bali pada 9–10 Februari 2023. Guru besar bidang sastra dari Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dipilih sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan Scopus Camp yang dilaksanakan selama dua hari di EdOTEL SMK N 3 Denpasar, Bali tersebut diikuti dosen-dosen Sasindo UAD dengan antusias. Kegiatan tersebut sekaligus merupakan salah satu tindak lanjut dari ACP (Academic Collaboration Project) antara program studi Sastra Indonesia Univerasitas Ahmad Dahlan dengan program studi Sastra Indonesia Universitas Udayana.
“Ini merupakan kunjungan kami yang kedua ke Bali sejak MoU yang telah ditandatangani antara UAD dan Universitas Udayana,” tutur Intan selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sasindo UAD di tengah sambutannya.
Lebih lanjut, Intan menyampaikan publikasi terindeks Scopus di UAD didominasi dari bidang eksakta. Sehingga, Prodi Sasindo menganggap kegiatan Scopus Camp perlu untuk meningkatkan publikasi ilmiah internasional dari ranah humaniora. “Kami sangat ingin belajar bagaimana menulis Scopus di bidang kehumanioraan,” tambahnya.
Acara inti dari kegiatan Scopus Camp adalah Coaching Clinic yang mengundang Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt sebagai narasumbernya. Prof. Darma merupakan salah seorang guru besar yang cukup aktif menulis sekaligus reviewer jurnal terindeks Scopus.
Materi mengenai “Sistematika Jurnal Scopus” dan “Crafting Sensible Arguments in Academic Writing for International Publication” dipaparkan dengan sangat jelas dan runtut oleh guru besar yang memperoleh gelar Ph.D. dari Universitas Queensland itu. “Setiap dosen itu harus meluangkan sekian persen di otaknya untuk menulis di tengah-tengah tugas dan kewajibannya,” ucapnya.
Pria kelahiran 1961 tersebut juga memberikan tips dan trik terkait bagaimana bisa tembus Scopus. Salah satunya adalah strategi Si DIA, Deskripsi-Interpretasi-Argumentasi. “Data itu harus diinterpretasi, dan interpretasi itu harus berdasarkan data,” terangnya.
Coaching Clinic dilanjutkan dengan paper review terhadap draf-draf jurnal yang disusun oleh para dosen Sasindo UAD. Dari review tersebut, disampaikan beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki untuk bisa lebih berpeluang diterima jurnal terindeks Scopus. Total ada tiga jurnal di bidang sastra dan tiga jurnal di bidang linguistik yang ditargetkan untuk dipublikasikan.
Coaching Clinic bersama Prof. Darma sebagai rangkaian Scopus Camp di hari pertama berlangsung dari pukul 09.00–16.00 WITA. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menulis mandiri oleh masing-masing dosen bermodalkan perbaikan yang telah diberikan oleh narasumber. (sus)

Dokumentasi acara Raja Sanugra sebagai Narasumber Sarasehan Universitas Udayana Bali
Raja Sanugra, mahasiswa prodi Sastra Indonesia UAD, mengaku bersyukur diberi kesempatan terlibat dalam acara Sarasehan Universitas Udayana Bali pada (30/12/2022) lalu. Sebagai narasumber, ia bercerita bahwa kegiatan yang bertema “Ruang Keberagaman Bahasa, Sastra, dan Budaya” ini memberinya ruang untuk memperkuat ingatan kembali terkait hasil penelitian yang sebelumnya ia garap.
“Ibaratnya aku ini mengulang-ulang apa yang sudah aku kerjakan, dan aku bersyukur karena selain bisa belajar kembali, mengulas kembali, sekaligus menguatkan ingatan terkait apa yang telah ku teliti dan aku juga sangat bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman baru,” ungkapnya saat dihubungi reporter (15/01/2023).
Raja menjelaskan dalam Sarasehan Sastra, narasumber diminta untuk menyampaikan terkait hasil dari topik penelitian menurut fokusnya masing-masing. Ia sendiri lebih fokus pada penelitian budaya pada saat itu, sehingga dalam acara tersebut ia menyampaikan perspektif budaya dengan objek karya sastra.
“Aku menyampaikan hasil penelitianku dalam perspektif budaya dengan objek tetap karya sastra dan itu kuambil dari skripsiku. Objeknya kurang lebih novel “Lampuki” karya Arafat Nur yang aku bedah pakai perspektif antropologi sastra,” jelasnya.
Selain itu, Raja juga mengatakan dari Sarasehan ini ia mendapatkan hal baru yang berdampak bagi tugas akhirnya. Ia bisa kembali melihat lebih dalam literatur tentang objek penelitiannya. Dalam tugas akhirnya ini, ia mengambil satu objek ‘Dayah’ dari identitas simbol dalam novel “Lampuki” karya Arafat Nur.
“Aku lebih menemukan kekayaan khazanah pengetahuan baru terkait dayah dan persamaan atau perbedaan dengan pesantren yang ada di Jawa dan hal mendetail lainnya berkaitan dengan dayah,” ungkapnya.
Pada acara Sarasehan ini prodi Sastra Indonesia memiliki dua perwakilan mahasiswa yang menjadi narasumber. Selain Raja, ada juga Adnin yang saat itu menyampaikan terkait fokus penelitian linguistiknya. (Ren)

Dokumentasi Mahasiswa Sasindo UAD, upaya memperkenalkan Tiwul, makanan khas Gunungkidul, Yogyakarta pada acara Expo Saudagar Dahlan Muda
Sebagai usaha pelestarian Kebudayaan, lima mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (Sasindo UAD) kenalkan Tiwul, makanan khas Gunungkidul,Yogyakarta pada kegiatan Expo Saudagar Dahlan Muda. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai sejak kemarin lusa (31/1/2022) hingga hari ini (1/2/2022).
Salah seorang mahasiswa Sasindo yang terlibat dalam kegiatan ini, Amanda Shakina, menjelaskan bahwa bersama empat anggota timnya, Muhamad Daeroby Muzaky, Cantika Eka Hapsari, Arinan Naja, dan Andini Melia Awansari memilih Tiwul karena merasa masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang makanan khas ini.
“Kenapa kita milih makanan tiwul karena ga banyak juga orang yang tau Tiwul. Jadi kita ingin mengenalkan Tiwul kepada masyarakat,” jelasnya.
Timnya ini terbentuk berawal dari tugas mata kuliah (matkul) Kewirausahaan B yang mereka ikuti. Matkul yang diampu Olivi Sabilla S, S.E.,M.Ak ini mewajibkan mahasiswanya membuat produk untuk diajukan ke PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) sebagai nilai penunjang UAS.
Selain itu, Amanda dan tim lebih mengedepankan budaya Jawa dalam konsep dekor stand jualannya. Hal ini karena meski tugas yang sedang mereka garap merupakan tugas matkul kewirausahaan, mereka tetap ingin memperlihatkan identitasnya sebagai mahasiswa Sastra Indonesia.
“Budayanya jangan sampai hilang,” ungkapnya.
Sebagai pengalaman pertama berjualan, Amanda mengaku timnya dihadapkan berbagai kendala. Mulai dari segi komunikasi hingga proses produksi. Namun, ia juga menjelaskan ada kemungkinan timnya akan melanjutkan kegiatan berjualannya ini apabila ada kegiatan lingkup kampus lagi.
“Karena kalo untuk keluar (berjualan di luar kampus), kita belum berani si sebenarnya, perlu perencanaan yang lebih matang,” pungkasnya. (Ren)

pembacaan puisi oleh salah satu mahasiswa Sasindo ’22
Sebagai luaran mata kuliah Apresiasi Puisi, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2022 mengadakan acara pentas sastra bertajuk “Riuh Isi Kepala”. Acara tersebut berlangsung di IC Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan pada 25 Januari 2023.
Tidak hanya sekadar menyajikan karya sastra, mahasiswa juga mengolaborasikannya dengan permainan musik. Selain itu, pada kesempatan yang sama, dilaksanakan juga peluncuran dan diskusi buku Riuh Isi Kepala. Buku terbitan mahasiswa Sasindo ’22 tersebut berisi sehimpun sajak karya mereka.
Dalam acara peluncuran dan diskusi buku tersebut, Umi Kulsum, selaku penggiat sastra, diundang sebagai pemateri dan Suharmono Arimba sebagai moderatornya. Suharmono merupakan dosen pengampu mata kuliah Apresiasi Puisi sekaligus pendamping mahasiswa Sasindo ‘22 dalam mengadakan acara tersebut.
“Besar harapan saya agar kegiatan ini tidak berhenti di sini. Teruslah berkarya, agar kelak bisa mengganti penyair-penyair senior kita yang pasti akan berlalu,” ujar Suharmono dalam sambutannya.
Masih dalam sambutannya, Suharmono juga menyampaikan bahwa segala persiapan tersebut ia serahkan pada mahasiswa Sasindo ‘22. “Semuanya saya serahkan pada anak-anak, agar mereka belajar berorganisasi, belajar manajemen waktu, bersosialisasi, dan sebagainya. Mereka bisa belajar dari proses ini,” tuturnya.
Ani Yulianti, pada kesempatan tersebut menggantikan Ketua Prodi Sasindo, dalam sambutannya turut menyampaikan rasa bangganya pada mahasiswa Sasindo ‘22.
“Benar bahwa kuliah tidak hanya sebatas di kelas, ujian, dapat nilai. Dari kegiatan seperti inilah kita bisa belajar lebih banyak lagi. Semoga acara ini kedepannya dapat rutin dilakukan dengan persiapan yang lebih baik lagi,” harapnya.
Setelah sambutan, acara dilanjut dengan penyerahan buku secara simbolis pada dosen Sasindo, dosen pendamping, dan pemateri. Setelah itu, penampilan selanjutnya adalah musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan dilanjut dengan diskusi buku Riuh Isi Kepala. Kemudian, acara ditutup dengan foto bersama. (nai)
Assalamualaikum wr.wb,
Bagi mahasiswa Sastra Indonesia, FSBK, UAD yang hendak mendaftar seminar proposal diharapkan mengisi tautan berikut ini SEMPRO JANUARI 2023 .
Setelah mengisi tautan tersebut harap menghubungi kaprodi Sastra Indonesia agar dapat diproses lebih lanjut. Adapun tenggat waktu pendaftaran sampai tanggal 17 Januari 2023 untuk selanjutnya diproses oleh Kaprodi.
Walaikumsalam wr.wb
Kaprodi Sastra Indonesia
Setelah dilantik pada 15 Desember 2022, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPrisai) UAD kini mulai menjalankan berbagai program kerja yang telah mereka rancang.
Fraksi Pengembangan Sumber Mahasiswa (PSDM) membuka tahun 2023 dengan melaksanakan program kerja Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film “Ngeri-Ngeri Sedap” dengan tema “Fenomena Tradisi dan Budaya Masyarakat Sumatera Utara” pada Kamis (01/23).
Dalam kegiatan tersebut, PSDM menggaet Komunitas Sastra Yogyakarta, Komunitas Jejak Imaji. Camp Jejak Imaji juga menjadi lokasi berlangsungnya nobar dan diskusi film “Ngeri-Ngeri Sedap”.
Nova Dwi Wulandari selaku ketua pelaksana menyebutkan kegiatan tersebut merupakan proker perdana fraksinya.
“Ini proker pertama dan rasanya nano-nano banget. Persiapannya serba mendadak dan rintangannya juga banyak,” ujarnya saat diwawancarai reporter di lokasi diskusi.
Meski demikian, menurut Nova, semua permasalahan bisa ditangani karena komunikasi yang terjalin dengan baik.
Nova menceritakan seharusnya proker tersebut dilaksanakan pada bulan Maret, tapi dimajukan ke bulan Januari.
“Kami kan dilantik setelah triwulan organisasi mahasiswa fakultas yang lain, jadi periode ini lebih singkat. Maka kami harus pintar-pintar mengejar ketertinggalan,” ungkap mahasiswi semester 3 itu.
Dengan diadakan kegiatan nobar dan diskusi ini, Nova menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini bisa membangun kebiasaan berdiskusi.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi wadah berdiskusi dan bisa membuka relasi yang lebih luas lagi. Apalagi ini kami mengajak Komunitas Jejak Imaji, jadi ke depannya pun kalau mau berdiskusi dengan teman-teman JI sangat bisa.” (nai)
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (Sasindo UAD), Muthmainnatun, Raih Best Leader pada kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat dasar se-Yogyakarta. Gadis yang kerap disapa Naima ini berharap pencapaiannya tidak membuatnya jumawa, tetapi justru bisa memotivasi untuk terus memperbaiki kemampuannya.
“Dengan dapat peringkat satu ini semoga ke depannya ga buat aku lengah, dan jumawa sampai engga mau belajar lagi. Semoga bisa jadi motivasi aku untuk terus memperbaiki kemampuan aku terutama di bidang softskill seperti ini.”
Naima menjelaskan terlibatnya dalam kegiatan ini berawal karena terpilihnya menjadi delegasi dari DPM FSBK (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Sastra Budaya dan Ilmu Komunikasi). LKMM ini berlangsung di kampus 2 UAD Wisma Sargede selama dua hari, 21–22 Desember 2022.
Setelah kegiatan LKMM ini selesai, peserta diharuskan membuat luaran yang dibagi dalam tim FGD (forum group discussion), yaitu tim A-G. Di sinilah, Naima dipercaya menjadi leader atau pemimpin tim FGD E yang terdiri enam anggota dari UAD dan empat peserta dari Universitas Teknologi Digital Indonesia, STIE Pariwisata Api Yogyakarta, Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, dan STTKD Yogyakarta. Menurutnya, kepercayaan ini diberikan karena Ia sejak awal cukup aktif dalam penyampaian gagasan terkait proyeksi luaran yang akan dibuat. Ia mengaku, keaktifannya ini memang sudah terlatih sejak awal berorganisasi.
“Mungkin karena sudah terbiasa ngerjain proker dari awal aku ikut organisasi ya. Soalnya aku sebelum di DPM FSBK sempat satu periode jadi sekretaris umum himpunan Sastra Indonesia UAD,” jelasnya.
Berdasarkan hasil diskusi, timnya memilih bentuk luaran kegiatan berupa lomba baca puisi dan menyanyi lagu daerah tingkat nasional yang diselenggarakan secara online. Naima bercerita cukup pusing selama menjadi leader, sebab harus memimpin sembilan anggota tim yang memiliki berbagai latar kesibukan. Bahkan, timnya sempat menghadapi berbagai masalah teknis terkait penyelenggaran lombanya.
“Tapi alhamdulilah aku dibantu teman-teman tim dan juga pendamping tim FGD E. Jadi, semua masalah bisa teratasi. Akhirnya, alhamdulilah tim FGD E berhasil juara satu bidang penyelenggara kompetisi.”
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi beberapa universitas di Yogyakarta. Total ada sepuluh universitas yang berkontribusi mengirimkan peserta LKMM dasar ini. Di antaranya Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Janabadra, Universitas Teknologi digital Indonesia, STIKIP Catur sakti Yogyakarta, Sekolah Tinggi Arsitektur YKPN, Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, Poltekkes Ummi Khasanah, STIE “Pariwisata API” Yogyakarta, Universitas Respati Yogyakarta, dan STTKD YOGYAKARTA.

Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : prodi[at]idlitera.uad.ac.id
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960
