Rabu (17/10) Cerpenis Nasional Joni Ariadinata  berkesempatan membagikan kisah pengalaman dan perjalanannya selama berkarir menjadi cerpenis kepada mahasiswa Sastra Indonesia UAD. Joni yang dulunya merupakan alumni IKIP Muhammadiyah Yogyakarta yang sekarang menjadi Universitas Ahmad Dahlan bercerita semasa menjadi mahasiswa dulu waktunya dihabiskan dengan membaca buku-buku di perpustakaan dan mengaku jatuh cinta pada karya-karya sastrawan handal seperti Umar Kayam, Danarto dan Iwan Simatupang. Berawal dari ketertarikannya tersebut, beliau memiliki keinginan untuk mulai menulis cerpen. Beliau menuturkan pada awal belajar cerpen, masih banyak meniru pola cerita cerpenis idolanya, menggunakan pola yang sama namun topik isi dan tokoh dibuat berbeda. Hingga akhirnya dia tersadar bahwa dia harus memiliki ciri khas untuk karya-karyanya jika ingin karyanya dimuat media.

Jadilah beliau belajar dan menganalisa karakteristik berikut kelebihan dari cerpenis-cerpenis idolanya, misalnya belajar cara mendeskripsikan latar dari Danarto, dan mempelajari pola penulisan dialog dari Umar Kayam dan mempelajari pembuatan konflik dari Iwan Simatupang. Pada waktu masih proses belajar dulu, Joni mengaku memiliki target setiap hari dapat menulis dua buah cerpen dan memasang target satu tahun kemudian harus ada karyanya yang dimuat di media.

Tips mencari ide dari Joni adalah perbanyak membaca, melihat dan mendengar, buka mata dan telinga lebar-lebar terhadap kejadian di sekeliling. Bisa jadi peristiwa yang dilihat atau percakapan yang didengar dapat dikembangkan menjadi ide tulisan. Beliau juga mengatakan bahwa ciri tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, itu jauh lebih baik daripada tulisan yang sempurna tapi ditinggalkan dan tidak selesai.

Terakhir, Joni berpesan kepada seluruh mahasiswa Sastra Indonesia semester 1 dan 3 yang mengikuti kegiatan ini untuk terus berlatih dan terus mencoba agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas. (intanrawits)