Achmad Sudiyono Efendi, mahasiswa Sastra Indonesia semester tujuh, puisinya berjudul Fragmen-Fragmen Kepulangan berhasil menjuarai Lomba Cipta Puisi Piala Mendikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) 2020. 

 

Achmad mengatakan, Perlombaan Cipta Puisi diselenggarakan oleh Kemendikbud dan bekerja sama dengan kuasakata.com. Perlombaan tersebut mengangkat tema Toleransi di Masa Pandemi yang ditutup pada (18/12) melalui daring. 

 

Pemenang Lomba Cipta Puisi Mendikbud ditentukan oleh tiga dewan juri, yakni Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Dr. Hilmar Farid, seniman Rieke Dyah Pitaloka, dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang bermitra dengan Kemendikbud. Pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada (31/12).

 

Achmad, menuturkan proses kreatifnya tidak lepas dari dua penulis senior yang telah membimbingnya, yakni Indrian Koto dan Ilham Rabani. 

 

“Selama proses pembuatan puisi aku dibimbing sama dua penyair ternama  yang karyanya juga sudah banyak disiarkan dalam media cetak dan digital berskala nasional bahkan internasional, ” tutur Achmad saat diwawancarai melalui pesan Whatsapp. (7/12) 

 

Selain dibimbing oleh penulis yang lebih senior dari Achmad, ia mengatakan peran komunitas begitu penting bagi kemenangannya kali ini. 

 

“Jejak Imaji sangat penting dalam proses aku menulis puisi. Kalau kuibaratkan, komunitas Jejak Imaji adalah ibu yang pelan-pelan mengajarkan aku merangkak, ngesot, sebelum berjalan sendiri dalam menulis puisi,” tambah Achmad menjelaskan komunitas yang ia ikuti. 

 

Meski demikian, dalam menciptakan puisi, Achmad tetap memiliki kendala. Ia mengatakan selama proses penciptaan puisi terhalang oleh cuaca yang tidak menentu, sedang ia harus berkonsultasi di kediaman Indrian Koto maupun Ilham Rabani. 

 

“Lebih-lebih lagi aku sangat ringkih sama angin, kehujanan dikit langsung meriang, bisa dibilang kurang kasih sayang juga wkwk, ” tutur Achmad.

Sebelumnya, Achmad sudah sering memperoleh penghargaan, baik dari tingkat universitas hingga nasional. Salah satu kejuaran nasionalnya adalah Lomba Cipta Puisi yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) tahun 2019. Puisinya saat itu memperoleh juara II.