Mahasiswa Sasindo UAD Raih Juara di Lomba Esai Internasional dengan Topik Bahasa dan Identitas Gen Z
/in Artikel, Prestasi /by IntanMahasiswa Sasindo UAD Raih Juara di Lomba Esai Internasional dengan Topik Bahasa dan Identitas Gen Z
Mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2025, Andhin Fuadhah Rahmawati, mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Esai Internasional pada kompetisi yang mengangkat tema Social, Language & Cultural. Bagi Andhin, pengalaman mengikuti lomba internasional ini menjadi tantangan besar sekaligus proses pembelajaran yang berharga. Ia mengaku kewalahan di awal dan merasa takut tidak dapat menyelesaikan esai dengan baik. Namun, kerja keras dan kegigihan membawanya pada pencapaian yang tidak ia duga.
Andhin pertama kali mengetahui informasi perlombaan melalui grup WhatsApp angkatan. Ia kemudian memilih topik yang relevan dengan kehidupan Gen Z, khususnya fenomena code-mixing di media sosial. Esainya berjudul “Blending Languages, Building Identity: How Code-Mixing Redefines Gen Z Communication in the Digital Era”. Menurutnya, penggunaan bahasa gaul dan campuran semakin masif sehingga perlu dikaji dari sudut pandang identitas budaya sekaligus kekhawatiran terhadap memudarnya kaidah bahasa Indonesia formal.
Proses penulisan esai berlangsung panjang dan penuh tantangan. Andhin memulai dengan mencari ide yang relevan dan menyusun kerangka tulisan. Ia menuliskan semua gagasan tanpa memikirkan kesempurnaan, kemudian merevisinya berkali-kali untuk memperkuat argumen, memperbaiki struktur, dan memastikan teknis penulisan sesuai aturan lomba. Kesulitan terbesar baginya adalah mengubah ide abstrak di kepala menjadi paragraf yang efektif, ditambah beban tugas kuliah yang membuat fokusnya sering terpecah.
Selama proses kompetisi, pengalaman tak terduga justru datang saat riset. Andhin menemukan satu fakta kecil yang mengubah total argumen esainya sehingga ia harus merombak banyak bagian. Meski membuat stres, ia menilai hal itu sebagai pengalaman berharga yang memperkaya cara berpikirnya. Dukungan terbesar datang dari ibu, kakak, teman dekat, serta kakak pendamping perlombaan yang selalu memotivasinya untuk terus melangkah.
Ketika pengumuman tiba, Andhin merasakan campuran antara syok, syukur, dan rasa bangga yang sulit dijelaskan. Ia mengingat detik-detik mencari namanya di daftar pemenang dengan jantung berdebar. Baginya, kemenangan ini bukan sekadar tentang gelar juara, tetapi juga validasi atas proses panjang yang penuh keraguan, begadang, dan tekad untuk tidak menyerah.
Sebagai pesan penutup untuk mahasiswa lain yang ingin mencoba menulis atau mengikuti lomba esai, Andhin berpesan, “Jangan biarkan ketidaksempurnaan menghentikan kalian untuk memulai. Kemenangan tidak datang dari ide yang langsung sempurna, tetapi dari ketekunan menulis draft pertama dan keberanian untuk merevisinya. Temukan topik yang membuat kalian semangat, tulis, revisi, dan terus belajar. Kerja keras pasti membuahkan hasil.” (put/sus)
Mahasiswa Sasindo Raih Juara Esai dan Honorable Mention pada Lomba Esai Tingkat Internasional
/in Artikel, Prestasi /by IntanMahasiswa Sasindo Raih Juara Esai dan Honorable Mention pada Lomba Esai Tingkat Internasional
Mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2025, Nurbella Safitri, berhasil meraih Juara 2 Esai Nasional sekaligus Honorable Mention 3 Presentasi pada kompetisi tingkat nasional yang diikutinya untuk pertama kalinya. Prestasi ganda ini menjadi kejutan besar bagi Nurbella, mengingat peserta lomba berasal dari berbagai angkatan dan universitas. Ia mengaku sangat bersyukur mendapatkan dua kategori sekaligus, terlebih pengalaman mengikuti rangkaian kegiatan lomba menjadi hal berharga baginya.
Nurbella mengetahui informasi lomba dari email dan grup WhatsApp. Ia memilih tema Social, Language & Cultural dengan judul esai “The Role of Language Preservation in Strengthening Indonesian Cultural Identity”. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan bahasa gaul dan maraknya pencampuran bahasa, menjaga bahasa Indonesia agar tidak memudar menjadi hal penting. Dari keresahan tersebutlah, tema esai ini muncul.
Proses pengerjaan esai menjadi tantangan tersendiri, terutama karena ia harus membagi waktu antara tugas kuliah dan kegiatan di Asrama Persada UAD. Meski padat, ia tetap berkomitmen menyelesaikan esainya di sela-sela aktivitas. Untuk presentasi, ia menilai bahwa suara yang jelas dan penyampaian yang tegas turut membantunya dalam memaparkan materi sehingga lebih mudah dipahami oleh audiens.
Prestasi ini terasa semakin istimewa karena awalnya Nurbella hanya iseng mencoba mengikuti lomba dengan menyesuaikan tema pada jurusan yang ia tekuni. Dukungan keluarga serta teman-teman terdekat membuatnya semakin percaya diri hingga akhirnya berhasil meraih dua penghargaan. Ia mengaku sangat kaget sekaligus bangga ketika namanya diumumkan, mengingat proses pengerjaan dilakukan di tengah padatnya kegiatan akademik.
Sebagai penutup, Nurbella menyampaikan apresiasinya. “Menulis itu proses panjang yang penuh pelajaran. Jangan ragu untuk mulai, karena setiap tulisan punya kesempatan untuk melangkah lebih jauh dari yang kita bayangkan.” (put/sus)
Dari Rasa Tidak Yakin Menjadi Nyata: Perjalanan Untung Nurhidayat, Mahasiswa UAD Lolos Program AIMS ke Korea Selatan
/in Artikel, Info Kegiatan /by IntanDari Rasa Tidak Yakin Menjadi Nyata: Perjalanan Untung Nurhidayat, Mahasiswa UAD Lolos Program AIMS ke Korea Selatan
Menjadi salah satu peserta program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) merupakan kesempatan berharga yang tidak datang dua kali. Namun, bagi Untung Nurhidayat, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), perjalanan menuju keberangkatan ke Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, justru dimulai dari rasa tidak yakin dan kebingungan.
Untung mengaku tidak menyangka dapat lolos seleksi program AIMS. Awalnya, ia hanya mencoba mendaftar tanpa ekspektasi besar. Keyakinan baru muncul setelah mengikuti kelas bahasa Korea yang difasilitasi oleh kampus sebagai bagian dari persiapan keberangkatan. “Saat dinyatakan lolos, perasaan saya justru bingung dan tidak percaya. Awalnya saya hanya mencoba mendaftar tanpa ekspektasi apa pun,” ungkap Untung.
Dari segi persiapan, Untung mengakui tidak terlalu matang karena sejak awal merasa peluangnya kecil. Persiapan utama yang dilakukan hanya dari sisi finansial. Tantangan terbesar justru datang dari persyaratan TOEFL minimal 500 yang membuatnya harus mengikuti tes beberapa kali hingga akhirnya mencapai nilai yang ditentukan. Berkat ketekunan dan dukungan dari dosen pembimbing, ia berhasil lolos dan memenuhi seluruh syarat administrasi untuk mengikuti program pertukaran pelajar selama empat bulan di Korea Selatan.
Motivasi utamanya mengikuti program AIMS adalah untuk menambah wawasan, memperluas pengalaman akademik, dan memperkaya portofolio pribadi. Ia juga melihat program ini sebagai peluang untuk mengenal budaya baru dan beradaptasi dengan lingkungan internasional. Selain itu, BUFS menjadi satu-satunya universitas mitra yang tersedia bagi mahasiswa Sastra Indonesia dalam program AIMS tahun ini.
Selama menjalani program, Untung berharap dapat mengikuti seluruh perkuliahan dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih terbuka terhadap perbedaan budaya. Setelah program berakhir, ia berencana untuk melanjutkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menyelesaikan skripsi.
“Manfaat terbesar dari program ini adalah bisa mengenal budaya negara lain sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme. Dari situ, saya jadi bisa melihat perbandingan antara Indonesia dan Korea,” ujarnya.
Sebagai pesan bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya, Untung menekankan pentingnya persiapan mental, finansial, serta kemampuan bahasa. Menurutnya, kesiapan yang matang akan sangat membantu proses adaptasi di luar negeri. Ia juga menyarankan agar mahasiswa aktif mencari informasi melalui dosen, media sosial kampus, dan grup fakultas karena kesempatan seperti ini sangat berharga dan tidak selalu datang dua kali. (wid/sus)
Prodi Sasindo Ikuti Raker Fakultas Bahas Isu Strategis dan Program Unggulan
/in Artikel, Info Kegiatan /by Intan
Prodi Sasindo Ikuti Raker Fakultas Bahas Isu Strategis dan Program Unggulan
Rapat kerja Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (Raker FSBK UAD) telah dilaksanakan pada 19–20 Agustus 2025. Bersama dengan dua program studi (prodi) lainnya di FSBK, Prodi Sasindo ikuti rapat membahas isu strategis dan program unggulan untuk setahun ke depan.
Berlokasi di Ruang Sidang Lantai 3 UAD Kampus 2A, acara raker fakultas diawali dengan pembukaan dari Dekan FSBK Wajiran, Ph.D. Selanjutnya, brainstorming dan motivasi yang diisi oleh Prof. Ahmad Muttaqin, Ph.D. selaku BPH UAD sekaligus Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam uraiannya, Prof. Muttaqin menekankan bahwa melakukan pekerjaan harus didasari pada keikhlasan dari hati sehingga akan diperoleh rezeki yang berkah. “Oleh karena itulah nabi mengajarkan kita untuk berdoa mendapatkan rezeki yang baik, bukan rezeki yang banyak,” ungkapnya.

Beranjak pada acara selanjutnya, raker diisi dengan evaluasi program & kegiatan Tahun Akademik 2024/2025 yang dipaparkan langsung oleh Dr. Ajar Pradika Ananta Tur, S.S., M.A. (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum) dan Dani Fadillah, S.I.Kom., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Akademik, dan Kemahasiswaan). Tidak hanya paparan isu pada lingkup fakultas, setiap prodi di FSBK juga mendapat giliran untuk berdiskusi untuk mengevaluasi capaian kinerja & isu strategis di tingkat prodi.
Rangkaian raker dilanjutkan pada hari kedua (20/08) yang menekankan pada presentasi hasil evaluasi pada hari pertama, serta pemaparan program unggulan prodi Tahun Akademik 2025/2026. Pada kesempatan ini, Kaprodi Sasindo UAD Intan Rawit Sapanti, S.Pd., M.A. menyampaikan evaluasi selama setahun yang lalu, serta program unggulan yang akan dilakukan Prodi Sasindo setahun ke depan.
“Arunika Desa menjadi satu program unggulan baru yang akan kami laksanakan di tahun ajaran mendatang, dan barangkali ini bisa juga menjadi program unggulan fakultas,” ujar Intan. Selain dari Prodi Sasindo, ada dua prodi lainnya yang juga mempresentasikan paparannya, yakni Prodi Sastra Inggris (Sasing) dan Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom).

Acara inti lainnya dalam raker ini adalah penetapan program kerja fakultas Tahun Akademik 2025/2026. Setelah penetapan ini, fakultas akan menyusun kalender akademik FSBK yang memuat kegiatan dan program yang akan dilaksanakan FBSK dan tiga prodi yang ada di bawah FSBK selama satu tahun ke depan. Raker FSBK UAD ditutup dengan sesi foto bersama dengan seluruh dosen dari tiga prodi di FSBK. (sus)
Teliti Pengaruh Tontonan Upin & Ipin, Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Tembus Jurnal Terindeks Sinta 3
/in Artikel, Prestasi /by IntanTeliti Pengaruh Tontonan Upin & Ipin, Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Tembus Jurnal Terindeks Sinta 3

Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (Sasindo UAD) kembali menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Artikel ilmiah berjudul “Pengaruh Tontonan Upin & Ipin Terhadap Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 8 Tahun” berhasil diterbitkan di Lingua Journal of Language, Literature, and Teaching, sebuah jurnal nasional terakreditasi Sinta 3.
Putri Nirma Lailiyani, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2022, terinspirasi dari pengalaman nyata yang ia temui di lingkungan sekitar. “Waktu itu, pas mata kuliah Psikolinguistik, aku diminta mengajukan beberapa topik penelitian. Aku langsung teringat tetanggaku yang usia 8 tahun, tapi masih sering ngomong kayak karakter di serial Upin & Ipin, padahal di rumah pakai bahasa Jawa,” jelasnya.
Fenomena ini menarik perhatiannya karena secara teori, bahasa ibu biasanya diperoleh anak pada usia 1–3 tahun. Namun, kasus yang ia amati justru menunjukkan dominasi bahasa dari media tontonan sebagai bahasa pertama yang memengaruhi gaya bicaranya. Dari situlah, ide penelitian ini berkembang dan dibawa ke dalam bentuk artikel ilmiah.
Proses penulisan artikel berjalan cukup lancar, meskipun tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah memahami literatur tentang teori behaviorisme dari John B. Watson yang mayoritas menggunakan bahasa Inggris. “Harus aku terjemahkan dulu supaya lebih paham,” ujarnya.
Saat dikumpulkan sebagai tugas UAS mata kuliah Psikolinguistik, dosen pengampu mata kuliah mengatakan artikel yang disusunnya memiliki potensi untuk dipublikasikan. Ia pun perlu melakukan tiga kali revisi sebelum akhirnya diterbitkan.
Capaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen yang turut berperan dalam proses penulisan artikel. Putri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Irwan Suswandi, M.Hum. yang telah bersedia membimbing hingga artikel ini berhasil terbit. Dukungan, arahan, dan evaluasi yang diberikan menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk menyelesaikan tulisan ini dengan lebih percaya diri dan terarah.
“Awalnya aku cuma niat nulis artikel ini biar bisa lulus tanpa skripsi. Tapi setelah diterbitkan, aku malah jadi makin semangat untuk menulis dan memublikasikan artikel-artikel lainnya,” katanya. Ia juga merasa bangga karena artikel ini bisa terindeks di Google Scholar dan menjadi bagian dari kontribusinya dalam dunia akademik.
Menurutnya, penelitian dalam bidang psikolinguistik sangat relevan dengan studi Sastra Indonesia karena keduanya sama-sama berfokus pada bahasa. Dengan memahami cara anak memperoleh bahasa, kita juga bisa lebih memahami bagaimana pembaca sastra menangkap makna dan bagaimana penulis menyampaikan pesan melalui bahasa.
Ia berharap artikel ini dapat membuka pandangan baru dalam kajian linguistik, khususnya di bidang sastra. “Aku pengen nunjukin kalau fenomena sehari-hari, seperti anak yang lebih fasih ngomong pakai bahasa dari tontonan, juga bisa jadi topik penelitian yang menarik dan bermakna,” ungkapnya.
Menutup ceritanya, ia membagikan beberapa tips untuk mahasiswa yang ingin menulis artikel ilmiah. “Selain paham topik, yang paling penting adalah kemauan dan motivasi dari diri sendiri. Kalau kita niat dan semangat, prosesnya jadi lebih lancar dan menyenangkan. Dukungan dari orang tua dan orang terdekat juga sangat membantu,” tambahnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sastra Indonesia mampu berkontribusi dalam dunia keilmuan melalui karya-karya ilmiah yang relevan dengan kehidupan nyata. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani menembus publikasi ilmiah. (wid/sus)
Festival Kenduri Sastra #4: Merawat dan Menjaga Sastra serta Budaya Melalui “Rumati Asvathama”
/in Artikel, Berita /by IntanFestival Kenduri Sastra #4: Merawat dan Menjaga Sastra serta Budaya Melalui “Rumati Asvathama

Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (HMPrisai UAD) sukses menggelar Festival Kenduri Sastra #4. Acara ini merupakan perayaan tahunan yang bertujuan sebagai ajang ekspresi, apresiasi, dan pelestarian sastra serta budaya.
Tahun ini, Festival Kenduri Sastra #4 mengangkat tema “Rumati Asvathama” yang bermakna “abadi selamanya”. Tema ini dipilih sebagai ajakan untuk bersama-sama menjaga dan merawat sastra serta budaya agar tetap lestari di tengah arus perkembangan teknologi dan modernisasi.
Rangkaian acara ini berlangsung sejak awal Mei hingga awal Juni 2025. Beragam lomba sastra, seperti menulis cerpen, esai, cipta puisi, dan baca puisi dilaksanakan mulai 1 hingga 27 Mei 2025. Festival ini juga menghadirkan seminar, bazar buku, bedah buku, serta acara pembukaan dan penutupan secara resmi.
Lomba-lomba tersebut diikuti lebih dari 800 peserta dengan antusiasme yang tinggi. Pada kategori cipta puisi, terdapat 84 peserta dari tingkat mahasiswa/umum dan 308 peserta dari tingkat pelajar/SMA. Lomba menulis esai diikuti oleh 54 peserta tingkat mahasiswa/umum serta 101 peserta tingkat pelajar/SMA. Untuk lomba menulis cerpen, tercatat 86 peserta dari tingkat mahasiswa/umum dan 130 peserta dari tingkat pelajar/SMA. Sementara itu, lomba baca puisi diikuti oleh 39 peserta dari kategori mahasiswa/umum dan 41 peserta dari kategori pelajar/SMA.
Acara penutupan (closing ceremony) digelar pada 4 Juni 2025 dan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Kepala Program Studi (Kaprodi) Sastra Indonesia, Wakil Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Dosen Program Studi Sastra Indonesia, para peserta lomba, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, serta masyarakat umum yang turut meramaikan acara.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan FSBK, Dani Fadillah, S.I.Kom., M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan ini. “Festival seperti ini harus tetap ada dan tidak boleh hilang, karena menjadi ruang bagi pelajar maupun mahasiswa,” ujarnya.
Sebagai simbol penutupan, dilakukan pemukulan gong oleh Kaprodi Sastra Indonesia, Wakil Dekan, Ketua HMPrisai, dan ketua pelaksana acara. Momen ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh panitia, peserta, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival.
Closing ceremony juga menjadi momen pengumuman resmi para pemenang dari seluruh cabang lomba yang telah diselenggarakan. Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti jalannya acara, kegiatan penutupan disiarkan secara langsung (live) melalui akun Instagram resmi Festival Kenduri Sastra #4. Dengan demikian, peserta yang tidak bisa hadir langsung tetap dapat menyaksikan rangkaian penutupan secara daring.
Acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Para pemenang lomba baca puisi dari kalangan mahasiswa dan pelajar turut tampil membacakan kembali puisi yang mereka bawakan saat perlombaan. Penampilan ini disambut meriah oleh para penonton.
Selain itu, closing ceremony juga dimeriahkan dengan pertunjukan monolog, teater, musikalisasi puisi, dan penampilan musik. Festival Kenduri Sastra #4 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (wid/sus)
Literasi Bukan Sekadar Membaca: Temukan di Bazar dan Bedah Buku Kenduri Sastra #4
/in Artikel, Berita, Info Kegiatan /by IntanLiterasi Bukan Sekadar Membaca: Temukan di Bazar dan Bedah Buku Kenduri Sastra #4

Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) bersama Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (HMPrisai) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghidupkan semangat literasi melalui kegiatan “Bazar dan Bedah Buku” yang menjadi bagian dari Festival Kenduri Sastra #4.
Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan dengan Bazar Buku, yakni pada 22, 23, 27, dan 28 Mei 2025. Bazar ini menghadirkan beberapa penerbit ternama, seperti Andi Offset, Divapress, Obor, Rajagrafindo, Istana Agency, dan UII Press. Suasana bazar cukup meriah karena banyak mahasiswa dari dan luar UAD yang datang berburu buku-buku sastra dan ilmu bahasa dengan harga terjangkau.
Tidak hanya berbelanja buku, mahasiswa juga diajak untuk menyelami lebih dalam makna literasi lewat kegiatan Bedah Buku yang diadakan pada 27 dan 28 Mei 2025. Dengan mengangkat tema “Sastra Populer dalam Sorotan”, sesi ini membedah dua karya sastra populer yang tak hanya menarik dari sisi cerita, tetapi juga kaya akan isu sosial dan psikologis.
Pada hari pertama, menghadirkan pemateri Risen Dhawuh Abdullah yang mengupas novel “Di Tanah Lada” karya Ziggy Z. Novel ini menggambarkan pengalaman batin anak bernama Salva yang hidup dalam keluarga penuh kekerasan. Diskusi menyoroti bagaimana pola asuh dan kekerasan dalam rumah bisa membentuk cara berpikir anak. Anak-anak punya perspektif jernih yang sering diabaikan orang dewasa dan berkaitan dengan cerita yang menggunakan isu nyata seperti kekerasan terhadap anak dan pentingnya kasih sayang dalam pendidikan awal.
Lalu, pada hari kedua, pemateri Dhimas Bima Shofyanto membedah buku klasik “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry. Meski sudah lama diterbitkan, buku ini tetap menyentuh banyak hati karena pesan-pesannya yang dalam. Dalam bukunya, terdapat beberapa poin yang cukup menarik, yakni di dunia orang dewasa yang penuh tuntutan, sering kali kita lupa bagaimana cara melihat sesuatu dengan hati yang polos seperti anak-anak. Kita jadi terlalu sibuk mengejar uang, barang, dan hal-hal yang tampak dari luar sampai lupa apa yang sebenarnya penting dalam hidup.
Dalam cerita “The Little Prince”, tokoh Mawar mewakili cinta yang tampaknya lemah, tapi sebenarnya sangat berharga. Mawar mengingatkan kita bahwa cinta dan hubungan dengan orang lain perlu dijaga dan dirawat, bukan hanya dibiarkan begitu saja.
Kegiatan Bedah Buku ini dihadiri oleh mahasiswa dan perwakilan organisasi di lingkungan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK). Kegiatan ini tidak hanya mengajak peserta untuk membaca, tapi juga menganalisis, mengkritisi, dan mengaitkan isi bacaan dengan konteks sosial yang lebih luas.
Bagi mahasiswa linguistik dan sastra, bedah buku bukan sekadar diskusi biasa. Ini adalah ruang bertemunya wacana, tempat berlatih membaca teks secara kritis dan menafsirkan makna secara kontekstual. Di sinilah literasi dipraktikkan secara aktif membaca bukan hanya soal memahami isi, tetapi juga mengolah makna, membangun dialog, dan menyuarakan gagasan.
Melalui kegiatan seperti ini, literasi menjadi pengalaman sosial dan akademik yang nyata. Bedah buku menjadi bagian penting dalam proses belajar mahasiswa Sasindo bukan cuma sebagai agenda acara, dan menjadi bagian dari suasana belajar di kampus yang ikut membentuk pola pikir serta cara mahasiswa dalam menggunakan dan memahami bahasa. (put/sus)
Sastra Indonesia UAD Gelar Seminar Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4
/in Artikel, Berita, Info Kegiatan /by IntanSastra Indonesia UAD Gelar Seminar Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4

Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPrisai) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Festival Kenduri Sastra #4.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Kenduri Sastra (FKS) 2025 yang mengangkat tema besar “Rumati Asvatama” yang bermakna ‘merawat dan saling menjaga hingga abadi selamanya’. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sastra dan budaya Indonesia saat ini yang penuh tantangan di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta gaya hidup modern.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda lebih sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan sastra serta bahasa Indonesia. Dengan mengusung subtema “Bagaimana Kita Menulis Sastra, Bagaimana Kita Merumat Bahasa Indonesia”, kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara, yakni Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, akademisi dan tokoh sastra Indonesia dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Xiao Lixian, dosen dan peneliti bahasa Indonesia asal Tiongkok dari Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS). Keduanya berbagi pengalaman dan wawasan seputar dunia sastra serta pentingnya merawat bahasa Indonesia di tengah dinamika zaman.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Suminto A. Sayuti berfokus pada “Bagaimana Kita menulis Sastra” yang berupaya menggali lebih dalam mengenai proses kreatif menulis karya sastra dan memahami dinamika perkembangan sastra di era digital, serta menemukan strategi untuk menjaga keberlanjutan aktivitas bersastra. Ia menegaskan bahwa menulis kreatif adalah proses personal yang penuh perenungan. Ia menyampaikan bahwa sastra bukan sekadar persoalan teknik, melainkan cara untuk memahami kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan. Menulis membutuhkan intuisi, imajinasi, serta ketepatan dalam memilih kata.
“Melalui tulisan, penulis menyampaikan pengalaman batin dan membangun empati pembaca. Sastra, membantu kita memandang dunia dengan cara yang lebih dalam dan manusiawi”, ujarnya.
Dalam pemaparan materinya, Xiao Lixian–atau akrab disapa Melati–memberikan pemahaman tentang “Bagaimana Kita Merumat Bahasa Indonesia”. Fokus utama pemaparannya adalah Bahasa Indonesia menjadi bagian dari kegiatan proses kreatif bagi mahasiswa di Tiongkok, khususnya dalam skema BIPA.
Acara kuliah umum ini dihadiri berbagai pihak, di antaranya Dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), Ketua Program Studi Sastra Indonesia, dosen-dosen Program Studi Sastra Indonesia, perwakilan organisasi mahasiswa FSBK, mahasiswa FSBK, serta tamu eksternal, seperti guru dan siswa dari berbagai sekolah yang mengikuti sosialisasi kegiatan sastra dan budaya. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan minat besar para mahasiswa dan tamu undangan terhadap dunia sastra dan bahasa Indonesia. (wid/sus)
Mahasiswa Pertukaran Asal Korea Selatan Berkuliah di Sastra Indonesia UAD
/in Artikel /by Intan
Mahasiswa pertukaran berfoto dengan dekan FSBK dan kaprodi Sastra Indonesia UAD
Park Pyeung Kook adalah mahasiswa dari Busan University of Foreign Studies (BUFS) yang mengikuti program pertukaran mahasiswa di program studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan selama satu semester. Pemuda tersebut memiliki nama Indonesia Anom.
Saat dihubungi humas Sasindo UAD (30/03), Anom mengaku telah berada di Indonesia sejak Februari. Ia bercerita mendapat pengalaman yang menarik dan bermanfaat. “Pelajaran di universitas sangat bermanfaat. Kami mendapat pelajaran yang praktis guna dan latihan lapangan. Saya menantikan beberapa bulan lagi kemampuan saya akan meningkat.”
Meski terhitung baru di UAD, Anom mengaku telah mendapat banyak teman. “Mereka semua sangat baik dan siap membantu saya beradaptasi.”
Alasan Anom mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa di program studi Sastra Indonesia UAD adalah karena ia ingin bekerja di Indonesia. “Saya ingin mencari rekan yang tertarik dengan startup kami. Untuk saat ini saya memiliki bisnis sendiri yang menargetkan pasar global.”
Anom mengaku tengah merintis bisnis di bidang pembuatan aplikasi sosial media seperti Instagram. Target pertama bisnisnya adalah Amerika dan target kedua adalah Indonesia.
“Aplikasi kami, “Addy: be Everywhere” adalah jejaring sosial berbasis lokasi yang nyata. Untuk saat ini belum ada aplikasi dengan layanan berbasis lokasi seperti Google maps. Orang tidak dapat melihat kehidupan nyata atau informasi nyata tentang tempat yang mereka minati,” papar Anom.
Menurut Anom, Yogyakarta dengan 126 universitas memiliki banyak acara yang menarik dan berbeda-beda.Aplikasi Addy bisa melakukan pertukaran informasi dan komunikasi antar universitas dengan menggunakan fitur Peta&Acara.
Anom menambahkan ia menerima siapapun yang tertarik untuk menjadi bagian dalam bisnis yang tengah ia jalani ini.
“Jika ada yang tertarik dengan bisnis kami, bisa menghubungi saya di jackpark@hpnz.org. Bisa juga melalui instagram @Pyeongpk.”

QR Code Aplikasi Addy: be Everywhere
(nai)

Kampus 4 (Kampus Utama)
Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : prodi[at]idlitera.uad.ac.id
Informasi Tentang
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960
