Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Teliti Gaya Hidup Perempuan Muslim Modern melalui Perspektif Pierre Bourdieu
Mahasiswa Sastra Indonesia UAD Teliti Gaya Hidup Perempuan Muslim Modern melalui Perspektif Pierre Bourdieu
Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022, Ayu Sofiana, berhasil menerbitkan publikasi ilmiah pertamanya pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4 melalui artikel berjudul “Gaya Hidup Tokoh Haia dalam Novel Laut Tengah Perspektif Pierre Bourdieu”. Penelitian tersebut mengkaji representasi gaya hidup tokoh perempuan dalam novel Laut Tengah karya Berliana Kimberly dengan menggunakan teori praktik Pierre Bourdieu. Melalui penelitian ini, Ayu menyoroti tokoh Haia sebagai pelajar Muslim berprestasi yang harus menavigasi modernitas, nilai-nilai keagamaan, serta tekanan keluarga. Hasil penelitiannya menunjukkan tiga konfigurasi gaya hidup yang dimiliki Haia, yaitu gaya hidup mandiri, sederhana, dan modern.
Ketertarikan Ayu mengangkat topik tersebut berawal dari minimnya penelitian yang membahas praktik gaya hidup tokoh dalam novel menggunakan perspektif Pierre Bourdieu. Menurutnya, konsep habitus, modal, dan arena yang dikemukakan Bourdieu mampu memberikan sudut pandang yang lebih mendalam untuk melihat bagaimana tokoh Haia membangun dan menegosiasikan identitasnya sebagai perempuan muslim modern. Dengan pendekatan tersebut, gaya hidup tidak hanya dipahami sebagai pilihan pribadi, tetapi juga sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungan sosial yang melingkupinya.
Proses penyusunan artikel diawali dengan membaca novel Laut Tengah secara berulang sambil mencatat berbagai deskripsi naratif, dialog, dan adegan yang menunjukkan praktik gaya hidup tokoh Haia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk matriks, dan penarikan kesimpulan.
Setelah menyelesaikan draf awal, Ayu melakukan serangkaian diskusi dan revisi bersama dosen pembimbing, Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum. Artikel tersebut kemudian disubmit ke jurnal nasional terakreditasi Sinta 4. Tulisannya kembali melalui proses revisi berdasarkan masukan dari reviewer, terutama terkait penguatan penggunaan teori Pierre Bourdieu, hingga akhirnya dinyatakan diterima untuk diterbitkan sebagai publikasi ilmiah pertamanya.
Di balik keberhasilannya, Ayu mengaku menghadapi tantangan dalam proses pengumpulan data. Novel Laut Tengah menceritakan perjalanan hidup Haia sejak masih berada di Indonesia dalam kondisi yang sederhana, sementara fokus penelitiannya lebih banyak mengkaji konfigurasi gaya hidup Haia ketika melanjutkan studi di Korea. Oleh karena itu, ia harus menyeleksi data secara cermat agar sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan.
Ayu menyampaikan bahwa keluarga menjadi sumber dukungan terbesar selama proses penelitian hingga publikasi artikel. Kedua orang tuanya selalu memberikan dukungan tanpa memberikan tekanan, sementara sang adik menjadi tempat berbagi cerita sekaligus penyemangat di tengah proses penulisan.
Teman-teman dekat yang selalu membantu ketika mengalami kebuntuan serta bimbingan dari Dr. Tristanti Apriyani, S.S., M.Hum. turut menjadi bagian penting yang mengantarkan artikel tersebut hingga berhasil diterbitkan.
Bagi Ayu, momen paling berkesan adalah ketika menyadari bahwa hasil analisis yang telah ia susun dapat dibaca oleh banyak orang dan berpotensi menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya. Dari pengalaman publikasi perdananya ini, ia belajar bahwa kesabaran dan kemampuan menerima kritik merupakan bekal penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Ia juga mengakui sempat merasa jenuh dan hampir menyerah di tengah proses penulisan. Namun, ia memilih untuk tetap konsisten dengan menulis sedikit demi sedikit setiap hari hingga akhirnya artikel tersebut dapat diselesaikan.
Ke depan, Ayu berharap dapat kembali menulis dan menerbitkan artikel ilmiah apabila menemukan topik yang menarik untuk dikaji. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut memulai menulis. Menurutnya, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memilih topik yang benar-benar diminati, memperbanyak membaca referensi, dan mencatat celah penelitian yang masih jarang dibahas. “Jangan menunggu semuanya sempurna untuk mulai. Kalau gagal, perbaiki lagi. Pelan-pelan juga akan sampai,” pesannya. (put/sus)


