Mahasiswi Sastra Indonesia UAD Lolos Program AIMS ke BUFS Korea Selatan
Mahasiswi Sastra Indonesia UAD Lolos Program AIMS ke BUFS Korea Selatan
Mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2022, Murti Tri Utami, berhasil lolos dalam Program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) dan akan menempuh studi di Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi pendidikan yang memberi kesempatan bagi mahasiswa UAD untuk belajar dan berinteraksi lintas budaya di tingkat global.
Murti mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat bahagia ketika dinyatakan lolos, meskipun ada sedikit rasa takut karena harus tinggal jauh dari Indonesia. “Tentunya bahagia namun sedikit takut juga, karena kampus tersebut berada jauh dari Indonesia dan saya belum pernah pergi atau tinggal di luar negeri,” ujarnya.
Perjalanan Murti menuju kelolosan tidaklah mudah. Ia menuturkan telah mempersiapkan seluruh persyaratan seleksi selama kurang lebih satu tahun, mulai dari penguasaan bahasa, administrasi, hingga proses wawancara. Ketekunan dan disiplin menjadi kunci utama hingga akhirnya dinyatakan lolos program bergengsi ini. Motivasi utamanya mengikuti program pertukaran pelajar tersebut adalah keinginannya untuk merasakan langsung budaya di negara maju dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga ketika kembali ke Indonesia. “Saya ingin merasakan budaya lain yang jauh berbeda dari Indonesia dan menjadikannya sebagai pembelajaran,” tutur Murti.
Dalam proses pemilihan universitas tujuan, Murti memilih BUFS Korea Selatan karena ingin keluar dari zona nyaman dan mengenal lingkungan yang benar-benar berbeda dari budaya Melayu yang masih serumpun dengan Indonesia. Ia berharap, melalui program ini dirinya dapat memperluas jaringan internasional sekaligus memperdalam wawasan lintas budaya.
Keluarga dan teman-teman Murti turut bangga atas pencapaiannya. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor utama dalam proses perjuangan tersebut. “Banyak teman yang tidak menyangka saya bisa lolos, dan keluarga menjadi penyemangat terbesar saya untuk terus berusaha,” ungkapnya. Tantangan terbesar yang dihadapi Murti adalah mempelajari bahasa asing sebagai bentuk persiapan sebelum keberangkatan.
Selama menempuh studi di BUFS selama satu semester, Murti akan mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan yang menunjang kegiatan akademik serta kehidupannya di sana. Setelah program berakhir, ia berencana melanjutkan kuliah di UAD dengan semangat baru dan membawa berbagai pengalaman internasional yang telah ia dapatkan.
Murti berharap pengalaman belajar di BUFS tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi bekal untuk berkontribusi di bidang Sastra Indonesia. “Dengan berada di Korea, saya bisa mengamati isu-isu sosial dan budaya yang dapat dikaji secara sastra maupun linguistik,” jelasnya. Sebagai penutup, Murti berpesan kepada mahasiswa lain agar berani mencoba kesempatan serupa. “Persiapkan diri dengan matang, terutama dalam kemampuan bahasa dan keberanian untuk memulai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa informasi mengenai program AIMS ini pertama kali diperolehnya dari kakak tingkat, kemudian ia menindaklanjutinya dengan berkonsultasi kepada Ketua Program Studi dan mengikuti akun resmi @oiauad di Instagram untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. (wid/sus)



