Apakah Kamu Sudah Bangga Menjadi Mahasiswa Sastra Indonesia?

Ilustrasi by Picels.com
Tak sedikit orang yang berpikir lebih baik mengambil jurusan sastra luar negeri daripada memilih jurusan Sastra Indonesia. Mereka berpikir sudah cukup mengenal bahasa Indonesia sehingga tak lagi perlu mengambil jurusan Sastra Indonesia saat melanjutkan studi. Padahal jurusan ini tidak hanya berbicara mengenai bahasa Indonesia, tapi lebih dari itu.
Sebagai pembelajar Sastra Indonesia, kamu pasti pernah disalah pahami akan menjadi guru atau penulis setelah menamatkan studi. Padahal jurusan Sastra Indonesia tidak melahirkan guru-guru secara khusus. Jika ingin menjadi guru bahasa Indonesia, maka pilihan jurusan yang relevan adalah jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajar Sastra Indonesia memang dididik untuk menjadi pengajar, tetapi untuk mahasiswa atau orang asing. Oleh karena itu, kamu akan mendapatkan mata kuliah pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Seperti yang sudah disebut diatas, jurusan Sastra Indonesia tidak hanya mempelajari tentang bahasa Indonesia saja. Di sini kamu akan belajar bahasa Indoensia yang baik dan benar secara lebih mendalam. Selain itu akan ada mata kuliah pilihan, berupa bahasa asing untuk kamu pelajari. Alasan dibalik hadirnya mata kuliah pilihan itu adalah karena bahasa-bahasa itu (seperti bahasa Arab, Belanda, hingga Jawa kuno) memiliki korelasi dengan keberadaan bahasa Indonesia.
Kemudian, akan banyak ilmu-ilmu interdisipliner yang dipelajari di jurusan Sastra Indonesia. Hal ini karena bahasa, sastra, dan juga budaya memiliki kaitan yang erat dengan manusia. Nantinya kamu akan mempelajari sosiolinguistik yang berkaitan dengan ilmu sosiologi, psikolinguistik yang berkaitan dengan ilmu psikologi, dan masih banyak lagi.
Untuk kamu yang merasa “kurang” sastranya, jangan khawatir tentang skripsian besok! Menuju semester ‘matang’, yakni 5 atau 6 kamu akan dihadapkan dengan pilihan peminatan. Agar lebih fokus dengan apa yang menjadi minatmu, kamu akan diberi kebebasan memilih antara bahasa, sastra, dan budaya.
Jika kamu lebih tertarik dengan bahasa, nanti kamu akan mempelajari seluk beluk bahasa. Jika berminat sastra maka akan mengkaji segala hal tentang sastra. Nah, kalau kamu merasa adil menyukai bahasa dan sastra, kamu bisa memilih peminatan budaya.
Jurusan Sastra Indonesia sebenarnya tidak kalah menarik ‘kan, dengan jurusan lain? Bagaimana? Apakah kamu sudah bangga menjadi mahasiswa Sastra Indonesia? (MNK)