Mahasiswa Sasindo Angkatan 2024 Torehkan Prestasi Internasional Lewat Kajian Bahasa Sehari-hari
Mahasiswa Sasindo Angkatan 2024 Torehkan Prestasi Internasional Lewat Kajian Bahasa Sehari-hari

Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024, Paujan Nul Hakim, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Lomba Esai dalam ajang Ahmad Dahlan International Seminar #3 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kompetisi tersebut berlangsung pada 26–28 Oktober dan diumumkan pada 29 Oktober 2025.
Bagi Paujan, ini merupakan kali kedua ia mengikuti kompetisi yang sama setelah sebelumnya juga berpartisipasi pada 2024. “Pengalaman luar biasa bisa kembali ikut lagi, dan senang juga,” ujarnya saat diwawancarai. Informasi lomba ini ia ketahui dari akun Instagram @pkkbimawa, dan tanpa ragu ia kembali mencoba peruntungannya di bidang penulisan esai.
Ide esainya lahir dari pengamatan sederhana di lingkungannya sendiri. Menurut Paujan, kebiasaan nongkrong bersama teman-teman sering memunculkan bahasa campuran yang unik antara bahasa Indonesia dan bahasa asing. Fenomena ini kemudian ia tuangkan dalam esai berjudul tentang kreativitas berbahasa generasi muda. “Kalau nongkrong tuh pasti ada aja bahasa-bahasa asing yang dimodifikasi dengan bahasa sendiri, dan itu menarik,” jelasnya.
Proses penulisan esai berlangsung cukup lama karena ia meneliti satu per satu bagaimana teman-temannya berbicara dan kata-kata apa yang sering mereka gunakan. Ia juga memperkaya tulisannya dengan referensi dari para ahli bahasa yang sudah banyak membahas fenomena serupa. Tantangan terbesar, kata Paujan, adalah membagi waktu antara tugas kuliah, pekerjaan, dan tenggat pengumpulan karya. “Selain harus memperhatikan gaya bicara teman-teman, aku juga kejar-kejaran sama deadline,” tambahnya.
Meski begitu, hasil yang diraih benar-benar di luar dugaan. Paujan tak menyangka bisa kembali menjadi pemenang dalam skala internasional dengan esai yang ditulisnya secara jujur dan sederhana. “Jujur gak nyangka aja bisa winner lagi di kompetisi ini dengan artikel yang apa adanya,” ucapnya.
Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. “Makasih banyak buat teman-temanku Jopi sama Pipah yang selalu nemenin nugas dan proses nulisnya. Makasih juga buat best support system inisial R, dan kawan-kawan ‘letsgoobestt’, kayaknya kalau gak ketemu mereka gak bakal ada artikel ini,” ungkap Paujan sambil tertawa. Dukungan tersebut menjadi energi besar yang membuatnya tetap bersemangat hingga akhirnya bisa kembali menjadi juara.
Selain rasa bangga, Paujan juga mengaku banyak belajar dari pengalaman ini mulai dari kesabaran, memperluas pengetahuan bahasa dan istilah baru, hingga memperdalam wawasan dari berbagai referensi akademik. “Banyak belajar sabar, belajar bahasa baru, dan banyak pengetahuan baru dari peneliti sebelumnya,” tuturnya.
Menutup wawancara, Paujan memberikan pesan penuh semangat kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak takut memulai. “Dari ide kecil aja bisa membawa sesuatu yang besar. Jangan takut untuk mulai berkarya. Apapun itu, coba aja dulu berani untuk mulai dan berani untuk mencoba,” pesannya. (put/sus)



