Mahasiswa Baru Harus Tahu! Ini Bedanya Prodi Sastra Indonesia dan Prodi PBSI di UAD

Source: pmb.uad.ac.id
Universitas Ahmad Dahlan masih membuka pendaftaran bagi calon dahlan muda yang ingin bergabung dan belajar di universitas Muhammadiyah ini.Universitas yang telah berdiri sejak 1994 tersebut memberikan banyak pilihan jurusan sesuai minat dan passion dahlan muda. Diantaranya adalah sastra Indonesia, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Tidak sedikit dari mahasiswa baru yang mengetahui bahwa dua jurusan itu sebenarnya berbeda. Dalam masa penerimaan mahasiswa baru, pasti ada minimal satu maba yang nyasar. Entah nyasar ke Sastra Indonesia padahal aslinya dia maba PBSI, ataupun sebaliknya.
Berangkat dari masalah itu, penulis akan menjelaskan perbedaan antara dua jurusan itu disini. Pastikan kamu membacanya, ya!
Berasal Dari Fakultas yang Beda
Baik jurusan Sastra Indonesia (Sasindo) ataupun jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) adalah dua jurusan yang berbeda, ya sobat sindo. Sastra Indonesia masuk dalam fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK), sedangkan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia masuk dalam fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
PBSI Lebih Dulu Ada Daripada Sasindo
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UAD ini berdiri sudah sejak tahun 1981, tepatnya pada tanggal 24 Oktober. Sedangkan Jurusan Sastra Indonesia baru berdiri pada 1 Agustus 1997. Tahukah kamu? Saat jurusan Sasindo baru saja berdiri dengan jumlah mahasiswa yang masih sedikit kala itu, aktivitas pembelajaran memang digabung dengan jurusan PBSI. Tapi seiring perkembangan waktu, peminat jurusan Sasindo juga meningkat hingga akhirnya kegiatan pembelajaran tidak lagi digabung bersama PBSI.
Prospek Lulusan Juga Berbeda
Satu lagi yang membedakan dua jurusan ini, yaitu prospek lulusannya. Lulusan Sasindo lebih diarahkan untu menghasilkan sarjana dan tenaga profesional yang memiliki keahlian di bidang bahasa dan sastra, seperti menjadi pelaku sastra, penulis, penyunting, dan juga jurnalis. Sedangkan prospek lulusan PBSI diantaranya menjadi pendidik pemula bahasa dan sastra Indonesia, peneliti pemula bidang pendidikan bahasa dan sastra, wirausahawan bidang bahasa dan sastra indonesia serta pembelajarannya, pembina pemula bahasa dan sastra Indonesia, dan menjadi insan profesional dalam bidang jurnalistik, perfilman, kepenyiaran, dan BIPA.
Itulah tiga perbedaan jurusan PBSI dan Sasindo. Jika dilihat sekilas, keduannya memang sama-sama mempelajari bahasa dan Sastra Indonesia, yang membedakan adalah Sasindo lebih berfokus ke sastranya, sedangkan PBSI lebih berfokus pada pendidik bahasa dan sastra.
Jangan sampai salah lagi, ya sobat sindo! (MNK)