Mahasiswa Sastra Indonesia 2023 Publikasikan Dua Artikel di Jurnal Sinta 4
Mahasiswa Sastra Indonesia 2023 Publikasikan Dua Artikel di Jurnal Sinta 4
Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) angkatan 2023, Ghaziyah Hanifah, berhasil memublikasikan dua artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4. Artikel pertama berjudul “Analisis Tuturan Tradisi Lisan Bumbang Aji dalam Perkawinan Masyarakat di Sukadana, Lampung Timur: Kajian Antropolinguistik” yang diterbitkan di Jurnal Stilistika pada 25 Juli 2026. Sementara itu, artikel kedua berjudul “Hubungan Kekerabatan Melayu Prabumulih dan Jawa: Analisis Leksikostatistik dan Korespondensi Fonemis” yang diterbitkan di Jurnal Lingua Rima pada 31 Juli 2026.
Kedua artikel tersebut merupakan pengembangan dari tugas akhir semester pada mata kuliah Antropolinguistik dan Linguistik Historis Komparatif. Ketertarikan Ghaziyah terhadap kedua topik tersebut tidak terlepas dari latar belakangnya yang lahir dan besar di Lampung, serta pernah tinggal di Prabumulih, Sumatra Selatan. Hal tersebut mendorongnya untuk mengangkat bahasa dan budaya dari kedua wilayah tersebut sebagai objek penelitian. Menurutnya, kajian mengenai bahasa dan budaya lokal di Sumatra masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan dan didokumentasikan melalui penelitian.
Proses penyusunan artikel dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pengumpulan data, penyusunan penelitian, bimbingan, revisi, hingga pengiriman ke jurnal. Dalam penelitian antropolinguistik, Ghaziyah memanfaatkan jaringan keluarga dan teman di Sumatra untuk memperoleh data serta melakukan wawancara secara daring. Sementara itu, penelitian kedua berfokus pada hubungan kekerabatan bahasa Melayu Prabumulih dan bahasa Jawa melalui analisis leksikostatistik dan korespondensi fonemis.
Perjalanan publikasi kedua artikel tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Artikel pertama sempat berstatus awaiting assignment selama lebih dari satu bulan, sedangkan artikel kedua sempat menunggu cukup lama di jurnal tujuan sebelum akhirnya Ghaziyah mencari alternatif jurnal lain. Ia bahkan menghubungi beberapa pengelola jurnal untuk menanyakan ketersediaan kuota publikasi. Setelah melalui proses tersebut, kedua artikel akhirnya berhasil diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi Sinta 4.
Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Ghaziyah. Ia belajar bahwa proses publikasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba meskipun prosesnya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dalam proses penyusunan artikel, ia juga mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman, serta dosen pembimbing. Artikel Antropolinguistik dibimbing oleh Irwan Suswandi, S.Hum., M.Hum., sedangkan artikel Linguistik Historis Komparatif dibimbing oleh Angga Trio Sanjaya, S.Pd., M.Pd.
Melalui kedua penelitian tersebut, Ghaziyah berharap dapat turut memperkenalkan dan mendokumentasikan kekayaan bahasa serta budaya lokal di Sumatra. Kepada mahasiswa yang ingin mulai menulis, ia berpesan agar tidak takut memulai dari topik yang dekat dengan diri sendiri dan diminati. “Jangan mudah menyerah. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tetap berusaha semaksimal mungkin, perbanyak doa, dan tawakal”. (put/sus)


