Mahasiswa Sasindo Buktikan Kreativitasnya Tak Hanya di Tulisan, Tapi Juga di Dunia Visual
Mahasiswa Sasindo Buktikan Kreativitasnya Tak Hanya di Tulisan, Tapi Juga di Dunia Visual

Dandi Saputra, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2024, berhasil meraih Juara 3 Kompetisi Video Kreatif Nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan pada 26–31 Oktober 2025 dengan pengumuman pemenang pada 2 November 2025. Kompetisi tersebut mengusung tema “Berkarya lewat Lensa: Inovasi Membentuk Kreativitas Generasi Z yang Berdampak.”
Dandi mengaku awalnya tidak terlalu tertarik untuk mengikuti lomba karena jadwal kuliahnya cukup padat. Namun, dorongan dari teman-teman yang sebelumnya diunggah di akun Instagram @sastraindonesia_uad membuatnya termotivasi untuk ikut berpartisipasi. “Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba, dan ternyata bisa sampai di titik ini,” ujarnya.
Dalam video yang dibuat, Dandi mengangkat gagasan tentang bagaimana generasi Z hidup di era digital yang penuh dengan peluang berekspresi melalui teknologi, khususnya lewat media visual seperti fotografi dan videografi. Ia menjelaskan bahwa “lensa” bukan hanya alat, tetapi juga simbol cara pandang generasi muda terhadap dunia. Melalui video tersebut, ia ingin menyampaikan bahwa generasi Z mampu menyuarakan ide, isu sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna secara sosial.Proses pembuatan video itu sendiri penuh tantangan. Dandi bercerita bahwa seluruh proses dilakukan secara otodidak dan bahkan dikerjakan pada hari terakhir pengumpulan. “Banyak masalah yang muncul dari pemilihan tempat pengambilan gambar sampai penyusunan teks, tapi alhamdulillah bisa diselesaikan tepat waktu,” katanya. Tantangan terbesar datang pada tahap pengeditan video yang ia akui cukup rumit dan memakan waktu panjang. Namun, berkat ketekunan dan semangat, ia berhasil menyelesaikannya.
Keberhasilan Dandi menjadi juara tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia menyebut bahwa Allah, orang tua, dan teman-teman yang turut menjadi talent dalam videonya sangat berperan besar. “Kalau tidak ada teman-teman, mungkin video ini tidak akan selesai,” ujarnya sambil tersenyum. Momen paling berkesan baginya adalah saat membuka pengumuman hasil lomba bersama teman-teman dan mengetahui bahwa namanya tercantum sebagai pemenang.
Dari pengalaman ini, Dandi belajar banyak tentang pentingnya perencanaan konsep dan teknik pengeditan video yang matang. Ia menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup tanpa eksekusi yang terarah. “Pemilihan konsep yang tertata dan kemampuan editing ternyata sangat menentukan hasil akhir,” katanya.
Menutup ceritanya, Dandi memberi pesan untuk teman-teman mahasiswa agar berani mencoba dan terus berkreasi. “Kalau ingin ikut lomba video kreatif, bisa mulai dengan menonton short movie di media sosial dan belajar dari sana. Lomba bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang keberanian untuk berkarya dan memberi dampak bagi orang lain,” pesannya. (put/sus)



